BERBAGI
Wali Kota Pekalongan, HM Saelany Machfudz usai membuka kegiatan penerimaan hibah kepada perwakilan yayasan di Kota Pekalongan, bertempat di Ruang Amarta Setda. (Foto: Humas Pemprov Jateng)

PEKALONGAN, Warta Nasional – Usai adanya keputusan pemerintah mengenai penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), yang akan dilakukan di Pulau Jawa-Bali pada 11-25 Januari 2021, Pemerintah Kota Pekalongan menegaskan belum akan menerapkan kebijakan tersebut.

Hal ini diungkapkan Wali Kota Pekalongan, HM Saelany Machfudz usai membuka kegiatan penerimaan hibah kepada perwakilan yayasan di Kota Pekalongan yang bertempat di Ruang Amarta Setda, belum lama ini.

“Untuk Kota Pekalongan, kami belum menerapkan pemberlakukan kebijakan tersebut sembari menunggu perkembangan kasus, dan instruksi dari Gubernur Jawa Tengah sendiri,” ucap Saelany.

Menurutnya, Pemerintah Kota Pekalongan akan lebih menekankan pendisiplinan, sekaligus sosialisasi protokol kesehatan kepada masyarakat melalui 3M, sebagai langkah strategis menekan penyebaran pandemi Covid-19 yang belum mereda.

Sehingga, pihaknya juga senantiasa mengingatkan kepada para pengurus yayasan dan tokoh masyarakat, untuk menjadi contoh di lingkungannya masing-masing, dalam menerapkan protokol kesehatan.

“Kami juga berharap, para pengurus yayasan dan tokoh masyarakat ini, dapat menjadi contoh di lingkungannya, untuk menerapkan protokol kesehatan. Seperti memakai masker, rajin mencuci tangan dengan sabun, maupun menjaga jarak, yang sangat strategis sekali dalam mengurangi penyebaran kasus Covid-19,” tegas Saelany.