BERBAGI
Bupati, Abdul Hafidz dan Direktur RSUD Rembang. (Foto: Humas Pemprov Jateng)

REMBANG, Warta Nasional – Dalam upaya pencegahan Covid-19, Masyarakat Rembang yang mempunyai indikasi ke arah Covid-19, diminta segera memeriksakan dirinya ke fasilitas kesehatan terdekat.

Jangan sampai terlambat mendapatkan penanganan karena takut dianggap aib.

Hal itu ditekankan Bupati Rembang Abdul Hafidz, saat ditemui di kediamannya, Kamis 28 Januari 2021. Menurutnya, setelah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) tahap I, angka kasus penderita Covid-19 turun cukup signifikan.

Pada 15 hari tahap pertama, kasus terkonfirmasi Covid-19 sekitar 200 kasus. Padahal, pada periode yang sama sebelum PPKM mencapai 500-an kasus.

Namun, imbuh Bupati, justru ada tren peningkatan angka kematian akibat Covid-19. Hal tersebut dipicu dari keterlambatan penanganan, di mana pasien enggan memeriksakan diri dari awal karena Covid masih menakutkan dan dianggap aib.

Untuk itu, Bupati mengajak masyarakat Rembang untuk tidak menunggu kondisinya menjadi parah. Misalnya mengalami gejala sesak nafas, baru mau masuk rumah sakit untuk menjalani perawatan. Ditakutkan, ketika kondisi pasien semakin menurun dan akhirnya meninggal dunia.

“Makanya saya meminta kepada masyarakat, ketika ada indikasi gejala Covid-19 segera periksa dan masuk rumah sakit, biar penanganan lebih cepat. Jangan menunggu sudah parah, baru masuk rumah sakit,” ungkap Hafidz.

Disampaikannya, saat ini kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Kabupaten Rembang diperpanjang hingga Senin 8 Februari 2021. Untuk kegiatan yang mendatangkan banyak orang, seperti resepsi pernikahan juga tidak diperbolehkan.

“Jadi protokol kesehatan ini wajib ditegakkan. Kami mohon yang mau menggelar resepsi pernikahan, jangan dulu,” tandas Hafidz.

Bupati berharap, pandemi di Kabupaten Rembang lekas tuntas dan mengarah ke zona hijau.