BERBAGI
Bukti Bali Aman dari Pandemi Dibanding Daerah Lainnya, Paling Siap Gelar Munas Kadin
ILutrasi prokes, Bukti Bali Aman dari Pandemi Dibanding Daerah Lainnya, Paling Siap Gelar Munas Kadin/Ambar Adi Winarso-Dok.@punapisingaraja

BALI, Warta Nasional – Di saat daerah tujuan wisata bertumbangan karena pandemi Covid-19, Pulau Bali memberi bukti mampu bertahan dan bangkit.

Bali perlahan mulai menata dan kembali menjadi primadona tujuan MICE (Meeting, Insentive, Convention, Exhibition), semua berkat kerja keras terstruktur dan sistematis.

Bali kini menjadi daerah paling siap dan aman menggelar MICE, seperti agenda Munas Kamar Dagang dan Industri (Kadin) ke-VIII.

Sempat terpuruk dengan membuat perekonomian Bali jatuh hingga minus 9,85 persen, kini semua sendi ekonomi dan pariwisata bangkit.

Gubenur Bali, I Wayan Koster, menyatakan jika pemda dan masyarakat Bali tidak tinggal diam memerangi pandemi Covid-19. Menjamin fasilitas pariwisata aman dari Covid-19.

“Kami memerangi pandemi dengan tersistem, pengadaan fasilitas rumah sakit, disiplin menjalankan protokol kesehatan, dan pelaksanaan vaksinasi secara efektif,” kata I Wayan Koster, Sabtu 5 Juni 2021.

Berusaha mengatasi sebisa mungkin, semua unsur baik dari pemerintah, swasta dan masyarakat berkerjasama agar Bali kembali dikunjungi orang.

I Wayan Koster berusaha mengembalikan kejayaan Bali sebagai tujuan destinasi prioritas dan penyumbang devisa pariwisata nasional terbesar sebelum pandemi Covid.

“Sebelum pandemi ekonomi Bali sehat, tumbuh 5,94 persen dan penyumbang 40 persen devisa  pariwisata nasional,” katanya.

Sementara Putu Astawa, Kadis Pariwisata Bali, menjamin bahwa semua fasilitas pariwisata di Bali dari mulai hotel, restoran, tempat wisata dan transportasi beroperasi dengan prokes Covid-19.

Semua fasilitas sudah memiliki sertifikat berstandar CHSE (Cleanliness-Kebersihan, Health-Kesehatan, Safety -Keamanan, dan Environment Sustainability -Ramah Lingkungan).

Atas dasar itulah, Putu Astawa, yang juga mewakili  masyarakat Bali merasa sedih, Munas Kadin (Kamar Dagang dan Industri) Indonesia ke-VIII batal berlangsung di Kawasan Nusa Dua 2-4 Juni 2021, dengan alasan Covid-19.

“Di saat pandemi ini, saya menjamin Bali paling siap menggelar acara bersifat nasional, dengan jumlah tamu ribuan, seperti Munas Kadin,” kata Putu Astawa.

Perhelatan Munas Kadin ke-VIII, yang rencananya akan dihadiri 4.000 orang, memang sebuah harapan cerah bagi masyarakat Bali.

Di harapkan menjadi percontohan bahwa Bali kembali bisa menggelar acara berskala nasional, sekaligus juga bisa dikunjungi wisatawan.

“Kami berharap Munas Kadin tetap di Bali. Kami akan menjaga dan melaksanakannya dengan baik. Sebab sukses munas, adalah pintu untuk bangkitnya kembali perekonomian masyarakat Bali,” ujar Putu Astawa.

Dibatalkannya  Munas Kadin VIII di Bali dengan alasan Covid-19 memang jadi  tanda tanya. Sebab Bali saat ini  justru rendah penyebaran Covid-19.

Sementara pemerintah juga sedang fokus membantu Bali dengan program Work From Bali (WFB), yaitu program tujuh kementerian yang karyawannya pindah dan berkerja dari Bali.

“Jadi artinya Bali terbuka untuk didatangi, asal mematuhi prokes,” tegas Putu Astawa. ***

Editor: Ambar Adi Winarso