BERBAGI
Rapat evaluasi penanganan bencana di Pendapa RA Kartini Jepara, Rabu (24/2/2021)/Dok/Humas Pemprov Jateng/

JEPARA, Warta Nasional – Dalam penanganan bencana, Bupati Jepara Dian Kristiandi menginstruksikan kepada jajarannya agar bertindak cepat, tepat, dan tuntas untuk merespon situasi. Karenanya, diperlukan koordinasi yang kuat dan kolaborasi di antara pemangku kepentingan.

Hal tersebut disampaikan Andi sapaan akrab Bupati Jepara pada rapat evaluasi penanganan bencana di Pendapa RA Kartini Jepara, Rabu (24/2/2021).

“Masing-masing pemangku kepentingan ini harus sudah ada sebelum mereka (warga) mencari,” ujar Andi.

Bupati menekankan, peristiwa bencana bisa terjadi dan di mana saja. Namun, untuk penanganannya tidak lagi sampai berlarut-larut.

Secara khusus, Andi meminta para camat untuk mampu mengoptimalkan koordinasi. Utamanya dengan Forkopimcam, petinggi, hingga tokoh masyarakat.

“Para bapak ibu camat selalu mengomunikasikan ke jajarannya, kerja sama yang baik di Forkopimcam dan tokoh-tokoh di desa,” kata Andi.

Sama halnya juga dengan perangkat daerah teknis, Bupati meminta dapat menginventarisasi seluruh kekurangan. Oleh karena itu, menentukan skala prioritas jadi kunci yang harus disiapkan sebelum, saat, dan sesudah kejadian bencana.

Berdasarkan data kejadian bencana yang ia peroleh dari BPBD Jepara, tahun ini bencana hidrometeorologi mendominasi hingga 23 Februari 2021. Di antaranya, peristiwa banjir tercatat ada 10 kali, tanah longsor 16 kali, dan angin kencang lima kali.