BERBAGI
Penjabat sementara (Pjs) Bupati Purworejo, Yuni Astuti, di Ruang Bagelen Setda Purworejo, Kamis (26/11/2020). (Foto: Humas Pemprov Jateng)

PURWOREJO, Warta Nasional – Mengantisipasi ledakan penderita covid-19 paska Pilkada 9 Desember mendatang, Penjabat sementara (Pjs) Bupati Purworejo, Yuni Astuti, meminta seluruh rumah sakit siap. Dari data yang ada, gelombang kedua covid-19 mengalami lonjakan luar biasa.

Sejak awal April hingga pertengahan Mei 2020, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Purworejo berjumlah 80 orang. Selanjutnya, pada gelombang kedua pandemi merebak, alias sejak awal Juli hingga saat ini terdapat lebih dari 1.000  orang yang terkonfirmasi positif Covid-19.

“Dua, tiga minggu terakhir ini kasus terkonfirmasi Covid-19, grafiknya tidak pernah turun. Walaupun kita recovery rate-nya tinggi, namun jika penambahan kasus tidak bisa kita landaikan ya miris,” kata Yuni Astuti, di Ruang Bagelen Setda Purworejo, Kamis (26/11/2020) lalu.

Yuni menambahkan, pihaknya terus mempersiapkan segala hal untuk mengantisipasi ledakan kasus yang mungkin terjadi, saat pemungtan suara pada 9 Desember 2020. Meskipun berbagai protokol kesehatan telah disiapkan selama pelaksanaan Pilkada.

“Setelah tanggal 9 Desember kita tidak tahu apa yang akan terjadi. Pada saat itulah kita semua sudah siap. Maksimum dua minggu ini, kesiapan itu harus kita penuhi,” ujarnya.

Lebih lanjut, RSUD Dr Tjitrowardojo sempat mengalami kehabisan tempat tidur bagi pasien Covid-19. Ia pun meminta seluruh pihak untuk waspada.

“Seminggu terakhir sempat terjadi tempat tidur full di RSUD Dr Tjitrowardojo. Ini bukan waspada lagi tetapi sudah siaga. Kita harus bersama-sama, tidak bisa hanya mengandalkan RSUD Dr Tjitrowardojo. RSUD RAA Tjokronegoro juga kita siapkan menerima pasien, RS swasta juga harus siap. Namun kita semua berharap ledakan kasus itu tidak terjadi,” pungkasnya.

Pjs Bupati juga meminta kepada seluruh jajaran Dinas Kesehatan dan Puskesmas, agar siap siaga untuk melakukan tes dan pelacakan jika terjadi lonjakan kasus setelah tanggal 9 Desember.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo, Sudarmi, menjelaskan, koordinasi dengan seluruh rumah sakit di Purworejo  dilakukan dalam rangka pelayanan Covid terkait dengan eskalasi kasus konfirmasi yang harus dirawat.

“Jadi semua RS harus siap untuk memberikan atau merawat pasien Covid. Seluruh RS di Purworejo yang berjumlah 12 RS sudah siap,” terang Sudarmi. (WN)