BERBAGI
Bupati Jember dr. Faida, MMR. menyalurkan sejumlah bantuan kepada warga terdampak bencana banjir, Sabtu, 16 Januari 2021, di Kecamatan Bangsalsari dan Puger. (Foto: Humas Pemkab Jember)

Warta Nasional – Bupati Jember dr. Faida MMR, menyalurkan sejumlah bantuan kepada warga yang terdampak bencana banjir. Pada hari Sabtu, 16 Januari 2021 di Kecamatan Bangsalsari dan Puger.

Di Desa Bangsalsari, Bupati melihat Pondok Pesantren Ar Rosyid yang terkena terjangan banjir hingga menjebolkan dinding bangunan. Akibatnya para santri menyelamatkan diri ke tempat lebih tinggi. Barang mereka yang ditinggal hanyut dan rusak. Buku-buku pelajaran di pondok itu juga rusak.

Di daerah tersebut, banjir juga merusak plengsengan di dekat pondok. Sepanjang lebih 400 meter plengsengan runtuh terbawa arus sungai.

Setelah memantau plengsengan yang jebol, Faida kemudian melihat kondisi pondok. Ia bahkan melihat ke dalam kamar santri yang mengungsi.

Kepada pengasuh pondok, Faida memberikan sejumlah bantuan untuk para santri. Berupa alas tidur, selimut, Al Qur’an, dan sembako.

Bantuan ini juga berupa pengurusan adminduk, bagi korban banjir yang kehilangan dokumen kependudukannya.

Dalam kunjungannya itu, Faida juga mengajak Isnaini Dwi Susanti, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, untuk segera melakukan identifikasi korban yang kehilangan dokumen adminduk.

“Jadi, kalau sudah melakukan perekaman bisa langsung dicetak ulang. Yang belum (perekaman) bisa dibantu perekaman,” kata Faida.

Untuk plengsengan yang ambrol, Faida menyalurkan bronjong untuk membuat plengsengan sementara. Pembuatan plengsengan ini akan dibantu oleh personil TNI.

Dari Bangsalsari, Faida kemudian meninjau ke lokasi banjir di Desa Mlokorejo, Kecamatan Puger. Di tempat ini banjir masih menggenangi sebagian jalanan, rumah warga, serta area sawah.

Menurut Bupati, dilihat dari sisi kerugian akibat banjir awal tahun 2021 ini yang paling terdampak yaitu sektor pertanian. Kerugian di sektor ini dan kerugian material lainnya masih dalam proses perhitungan.

Sejauh ini, banjir yang parah terjadi di Kecamatan Tempurejo dan Bangsalsari. Hanya saja, banjir di Bangsalsari sifatnya bandang dan cepat selesai, Sedangkan di Tempurejo banjir menggenang dan lama surut.

Menurut laporan yang diterimanya, terdapat satu korban jiwa. Korban diketahui seorang disabilitas warga Puger yang menceburkan diri ke sungai.

Warga yang menjadi pengungsi sejauh ini tercukupi kebutuhan pokoknya. Seperti makanan, sandang, tempat pengungsian, dan kesehatan. Maupun sarana belajar bagi anak-anak sekolah, berupa alat tulis di pengungsian.

Penyebab utama banjir itu adalah curah hujan yang sangat tinggi, saluran air tidak mampu menampung, dan gangguan saluran. “Sehingga perlu normalisasi saluran sungai,” ucap Faida.

Bagi warga yang terdampak banjir, Bupati menyebut memberikan bantuan sesuai kebutuhan mereka. Diantaranya pertolongan jiwa untuk diamankan di tempat pengungsian. Pertolongan ini terutama lansia, anak-anak, difabel, dan warga yang sakit.

Kebutuhan lain yang juga dipenuhi yaitu kebutuhan pokok berupa sembako, bahan keperluan lain yang disesuaikan masing-masing warga terdampak.

Hujan deras yang masih akan terus terjadi ke depan, berpotensi kembali memunculkan banjir. Karena itu, menurut Faida, pemerintah mengambil langkah sosialisasi dan memberikan peringatan ke masyarakat agar waspada terhadap cuaca ektrim.

“Mengajak  gotong royong dalam rangka pembersihan saluran-saluran air,” imbuh Faida.

Pada hari ke-3 pasca banjir, pemerintah melakukan pemulihan sarana dan prasarana yang berbahaya jika terjadi banjir lagi. Yaitu perbaikan tangkis saluran dengan pemasangan bronjong di bibir sungai sepanjang 43 meter dengan tinggi 5 meter di Desa Bangsalsari

Pemerintah juga melakukan perbaikan Ponpes Ar-Rossid yang jebol, berupa rehab ruangan dan memperkuat tembok di dinding pinggir sungai di Desa Bangsalsari. “Dengan harapan sarana umum tersebut bisa segera berfungsi kembali,” ungkap Faida.

Warga yang terdampak juga mendapatkan bantuan sembako, pemasangan tandon dan saluran air untuk kebutuhan air bersih. “Agar kebutuhan air bersih warga bisa tercukupi, yaitu di Desa Bangsalsari Kecamatan Bangsalsari, di Desa Mlokorejo – Puger, dan beberapa tempat terdampak lainya,” pungkas Faida.