BERBAGI
Warga Desa Jugo, Kecamatan Donorojo yang sore itu, yang sedang kerja bakti membersihkan material longsor yang menutup jalan aspal, bertambah semangat dengan kehadiran orang nomor satu di Jepara, Senin (15/2/2021)/Dok/Humas Pemprov Jateng/

JEPARA, Warta Nasional – Puluhan warga Desa Jugo, Kecamatan Donorojo Senin sore 15 Februari 2021 yang sedang kerja bakti membersihkan material longsor yang menutupi jalan aspal, bertambah semangat dengan kehadiran orang nomor satu di Jepara.

Kerja bakti tersebut, tidak hanya bapak-bapak namun juga ibu-ibu yang ikut gotong royong membersihkan tanah yang menutupi jalan. Mereka juga tidak canggung, untuk memegang cangkul dan membersihkan material tanah.

Petinggi Desa Jugo, Sahri mengatakan, jalan tersebut merupakan jalan penghubung Dukuh Sambirejo ke Dukuh Eksodan, Desa Jugo. Juga sebagai jalan alternatif menuju Desa Sumberrejo, Kecamatan Donorojo. Warga harus melakukan kerja bakti dengan menggunakan alat manual, karena alat berat tidak dapat menjangkau ke titik longsor.

“Longsor terjadi pada Minggu 14 Februari 2021 malam. Sehingga, mulai pagi warga sudah bergotong royong membuka jalan,” terang sahri.

Pada kesempatan itu, Bupati Jepara Dian Kristiandi juga menyerahkan bantuan logistik kepada masyarakat terdampak longsor di Desa Jugo. Selain itu, juga diserahkan bantuan terpal, dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara.

“Saya memberikan apresiasi kepada warga masyarakat yang peduli, yang mau melakukan kerja bakti. Ini merupakan salah satu wujud gotong-royong masyarakat yang harus terus dipertahankan,” kata Andi, sapaan akrabnya.

Selain menyerahkan bantuan untuk korban longsor di Desa Jugo, bupati juga menyerahkan bantuan kepada warga Desa Blingoh dan Sumberejo.

“Hari ini kita menyerahkan bantuan untuk para korban longsor, yang terjadi di Kabupaten Jepara. Mudah-mudahan bermanfaat,” terang Andi.

Bupati berharap, masyarakat yang berada di wilayah rawan untuk terus waspada, karena hujan deras masih berpotensi menyebabkan banjir dan tanah longsor.

Camat Donorojo Moh Eko Udyyono menyampaikan, longsor terjadi Senin 15 Feberuari 2021 pagi sekitar pukul 04.30 WIB. Saat itu pondasi rumah Marwi (50), yang berada di atas ambrol dan menimpa tiga rumah di bawahnya.

”Kerusakan lainnya menimpa jembatan di Dukuh Guwo. Satu jembatan putus karena rusak total tertimpa material. Sedangkan lainnya rusak hampir 50 persen,” terang Eko.

Kepala BPBD Kabupaten Jepara Arwin Noor Isdiyanto mengatakan, hujan deras yang terjadi pada musim ini membuat beberapa titik di lereng Muria mengalami tanah longsor. Bahkan, dalam tiga hari, telah terjadi tiga kali musibah tanah longsor, yaitu Sabtu 13 Februari 2021 di Desa Sumberrejo dan di Desa Jugo. Semua di wilayah Kecamatan Donorojo.