BERBAGI
Mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang mengajak remaja sekitar untuk peduli lingkungan

SEMARANG, Warta Nasional – Mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang Mustaviddah mengajak remaja sekitar untuk peduli lingkungan dengan cara mendaur ulang kantong plastik masyarakat sekitar menjadi daun imitasi. Kegiatan ini dilakukan karena banyaknya sampah kantong plastik di daerah sekitar.

Sebelum memulai kegiatan ini, Vida sudah membuat terlebih dahulu bunga dari kain perca. Karena ada beberapa warga sekitar yang mempunyai usaha konveksi dan kain perca tersebut terbuang sia-sia. Setelah dirasa bunganya kurang indah dan juga melihat kondisi sekitarnya, Ia langsung berfikir, bagaimana cara membuat daun imitasi dari kantong plastik.

“Awalnya saya membuat bunga dari kain perca. Kemudian saya membuka youtube dan mencari bagaimana cara membuat daun imitasi dari kantong plastik. Setelah saya berhasil membuat daun imitasi tersebut, saya berfikir untuk mengadakan pelatihan membuat daun imitasi ini dengan remaja sekitar”, ungkapnya, Selasa (20/10)

“Saya senang dengan adanya kakak mahasiswa KKN yang mengajari saya dan teman-teman saya membuat daun imitasi ini. Selain dapat mengurangi pencemaran lingkungan, kegiatan ini juga menjadi suatu refreshing bagi saya saat saya harus kuliah online setiap hari”, ujar Dina salah satu remaja sekitar.

“Alhamdulillah kantong plastik bekas yang biasanya hanya saya gunakan untuk tempat sampah, kini bisa dijadikan hiasan daun imitasi”. Ungkap Ibu Rinawati salah satu warga.

“Iya, sebelum mengadakan kegiatan ini, saya menyebar pamflet open donation kantong plastik bekas di media sosial. Selain itu, saya juga menghampiri beberapa rumah warga terdekat saya untuk menanyakan apakah ada kantong plastik bekas yang sudah tidak digunakan. Kemudian dalam donasi tersebut saya memberikan sebuah stiker yang bertuliskan Save The Plant, Save The World untuk warga yang mendonasikan kantong plastik bekas”, tambahnya

Vida juga berpesan semoga dengan adanya kegiatan ini, remaja sekitar akan lebih peduli terhadap lingkungan dan menjadi remaja milenial yang kreatif. (WN)