BERBAGI
Objek Wisata Curug Bendo di Doro. (foto: Humas Pemkab Pekalongan)

KAJEN, Warta Nasional – Kabupaten Pekalongan kini menambah daftar destinasi wisata yang dimilikinya. Kali ini, obyek wisata Curug Bendo Taman Sidoasri siap menjadi destinasi wisata alternatif khususnya di Kecamatan Doro.

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si beserta rombongan dari Dinporapar meresmikan obyek wisata Curug Bendo dukuh Pakuluran desa Sidoharjo Kecamatan Doro, Pada hari Sabtu pagi 02 Januari 2021.

Walaupun secara umum belum dibuka luas, tapi secara terbatas wisata Curug Bendo sudah mulai diuji coba. Hal ini diungkapkan Bupati Asip Kholbihi SH.,M.Si saat berada di lokasi wisata tersebut.

“Pasca pandemi covid, maka akan kita buka secara luas dan masyarakat silahkan menikmati eksotisme keindahan alam Curug bendo ini. Bupati Asip menggambarkan kondisi Curug bendo, yang berupa paduan antara water fall (air terjun) dengan river (sungai). Airnya sangat bersih dan menyehatkan. Selain itu, yang tak kalah menarik adalah sudah bnyak warga masyarakat yang datang kesini karena airnya sangat alami sehingga sangat bagus untuk pengobatan.” Terang Asip

Ditambahkan Asip, Curug Bendo ini disamping untuk wisata umum, juga untuk wisata healthy (kesehatan). Udaranya sangat bersih, airnya sangat jernih dan makanannya (lokal foodnya) juga banyak. Ada kopi khas Sidoharjo, ada pula juruh (semacam legen).

Pemerintah akan mendorong agar destinasi wista yang berbasis komunitas dan dikelola oleh anak-anak muda semacam itu akan terus didorong supaya lebih bagus dan lebih berdayaguna lagi, sehingga bisa memberikan income tambahan untuk desa.

“Prinsip, penataan-penataan wisata menjadi konsen kami, untuk menambah penghasilan masyarakat sekaligus tujuan besarnya adalah memelihara alam agar tetap lestari dan satu sisi masyarakat kabupaten Pekalongan punya pilihan menentukan destinasi, “ujar Asip.

Bupati juga menerangkan bahwa masing-masing wisata punya keunggulan kompetitif dan komparatif. Di Curug bendo ini ada air terjunnya yang bening, sungainya juga bening, dan panorama alam yang luar biasa.

“Saya kira ini menjadi alternatif warga masyarakat kabupaten Pekalongan, kota Pekalongan dan sekitarnya bahkan sudah bnyak tamu kita dari Jakarta yang menikmati keindahan alam dan keasrian alam Pakuluran ini,” imbuh Asip.

Sementara dalam kesempatan yang sama, Kades Sidoharjo, Surono menjelaskan wisata Curug bendo ini pertama dirintis pada tahun 2017.

Namun karena permasalahan modal dan akses jalan kurang mendukung, obyek wisata ini sempat vakum dan bahkan mangkrak.

“Pada tahun 2020 ini pembangunan mulai masuk di Pakuluran akhirnya masyarakat yang tadinya patah semangat , motivasinya menggeliat lagi dan akhirnya masyarakat, pemuda, karang taruna dan LMDH bekerjasama untuk menghidupkan lagi wisata tersebut, “tutur Surono

Kades Sidohajo mengatakan karena masih pandemi dan belum cukup terkenal, rata-rata pengunjung per hari baru sekitar ratusan pengunjung.

Namun demikian dari sisi ekonomi, dengan adanya wisata ini jelas menumbuhkan adanya nilai-nilai ekonomi baru bagi masyarakat Pakuluran.

“Harapannya kami ingin memajukan desa melalui wisata ini. Dengan mengandalkan kopi khas Pakuluran dengan brand ‘Kopi gunung Prabuto’, juga gula semut, “pungkas Surono.