BERBAGI
Dinsos P2KB saat membagikan bantuan kepada korban banjir Kota Pekalongan/Dok/Humas Pemprov Jateng/

PEKALONGAN, Warta Nasional – Akibat hujan deras beberapa waktu lalu, mengakibatkan banjir di Kota pekalongan. Sebanyak 2.300 nasi bungkus dibagikan kepada warga yang terdampak banjir oleh Dinas Sosial, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (Dinsos P2KB) Kota Pekalongan. 1

“Bantuan tersebut kami distribusikan ke 43 titik pengungsi yang tersebar di empat wilayah kecamatan,” kata Kepala Seksi Asistensi dan Jaminan Sosial, Wildan Zuhad, saat ditemui di kantornya, belum lama ini.

Dijelaskan Wildan Zuhad, bantuan logistik yang disuplai berupa beras, mi instan, dan minyak yang disalurkan ke dapur umum mandiri di setiap kecamatan dan kelurahan. Sampai saat ini, ada sekitar 60 dapur umum mandiri yang didirikan oleh masyarakat.

“Untuk dapur umum terbesar berpusat di Stadion Hoegeng yang didirikan oleh Brimob Polda Jateng dengan kapasitas sekitar 1.500 sekali masak. Selain itu, Koramil Pekalongan Utara juga mendirikan dapur umum dengan kapasitas kurang lebih 800-1.200 nasi bungkus,” terang Wildan.

Tetap Buka

Museum Batik Kota Pekalongan turut terdampak banjir, pada hari Senin 8 Februari 2021. Menurut Kepala UPTD Museum Batik Pekalongan, Bambang Saptono, limpasan air banjir berasal dari luapan Sungai Lodji yang terletak sekitar 450 meter dari museum.

“Kemarin air melimpah sampai di halaman museum dengan ketinggian air yang cukup tinggi, kurang lebih 10 cm lagi kemasukan air. Alhamdulillah air stagnan, tidak sampai masuk ke dalam museum. Hari ini sudah kering, hanya sisa lumpur di halaman,” papar Kepala UPTD.

Dijelaskan, pihaknya menyiapkan mesin pompa air untuk menyedot air agar tidak merambah bagian dalam museum. Sebelumnya, pada 2019 Museum Batik pernah terkena limpasan air rob yang masuk dari bagian belakang museum.

Terkait layanan kunjungan wisata, Bambang menjelaskan, museum tetap beroperasi pukul 8.00–15.00 WIB dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Hari Senin kami tetap buka, hanya tutup dua hari berdasarkan surat edaran gubernur untuk di rumah saja,” lanjut Kepala UPTD.