Dongkrak Ekonomi, Mahasiswi KKN UIN Walisongo Ajak Warga Ikuti Pelatihan Kreativitas Jajanan

Pelatihan kreativitas pengolahan aneka jajanan berbahan dasar singkong oleh Mahasiswi KKN RDR (Kuliah Kerja Nyata Reguler Dari Rumah) 75 kepada ibu-ibu RT.01/RW.03 Desa Karangjati Kecamatan Tarub Kabupaten Tegal/Urfi Nauroh

TEGAL, Warta Nasional –  Mahasiswi Kuliah Kerja Nyata Reguler Dari Rumah (KKN RDR) angkatan ke-75 UIN walisongo Semarang gelar pelatihan kewirausahaan melalui kreativitas pengolahan aneka macam jajanan tradisional berbahan dasar singkong, pelatihan ini sudah sukses diadakan sejak minggu kemarin di rumah Bu diyah, salah satu warga RT.01/RW.03 Dukuh Banjarwaru Desa Karangjati Kecamatan Tarub Kabupaten Tegal, (14/10).

Pada pelatihan minggu kemarin, ibu-ibu diberi keterampilan untuk mengolah singkong menjadi beraneka ragam jajanan seperti combro, misro, mata kebo, dan bolu singkong.

“Saya sengaja membuat aneka kreasi jajanan berbahan dasar singkong karena singkong merupakan potensi Desa karangjati, terutama Dukuh Banjarwaru ini. Untuk itu, saya bermaksud mengembangkan potensi desa menjadi potensi ekonomi pula.” Ujarnya.

Singkong banyak tumbuh dan ditanam oleh warga di dukuh Banjarwaru, sehingga mereka bisa menjapatkannya dengan mudah. Maka dari itu, karena singkong merupakan bahan makanan yang mudah di dapatkan oleh warga sekitar, untuk meningkatkan harga jualnya perlu diolah dan dimodifikasi lebih menarik lagi agar dapat digunakan sebagai pendapatan tambahan. Sehingga pelatihan pengolahan singkong menjadi aneka kreativitas jajanan ini perlu diadakan.

“Singkong sudah menjadi tanaman yang hampir setiap warga menanamnya, akan tetapi warga hanya mengonsumsinya dengan cara direbus saja, atau dijual mentah dengan harga yang murah. Untuk itu saya rasa perlu diadakan pelatihan untuk memaksimalkan singkong ini menjadi potensi yang bagus untuk ekonomi warga di tengah pandemi ini.” Ujar mahasiswi KKN tersebut.

Ibu-ibu mengikuti pelatihan ini sangat antusias selain menambah kreativitas dalam mengolah aneka jajanan, mereka juga bisa menambah wawasan dalam berbisnis lewat online melalui pelatihan gratis ini.

“Saya adakan secara gratis, semua perlengkapan bahan yang dibutuhkan saya sediakan sendiri hal ini bertujuan untuk memikat warga untuk dating baik melihat maupun mengikuti secara langsung kegiatan ini.” Katanya.

“Banyak yang didapat dari mengikuti pelatihan ini, kami mendapatkan wawasan dan keterampilan. Pelatihannya tidak dipungut biaya tapi kami dapat ikut mengolah aneka jajanan dari singkong sekaligus bisa mencicipi hasil kreasi kami.” Ujar Bu Lia salah satu peserta pelatihan.

Pada pelatihan kedua ini, merupakan follow up dari pelatihan sebelumnya. Pelatihan dimulai dengan memberi pengetahuan tentang keterampilan kewirausahaan, seperti tahapan yang perlu dipersiapkan ketika hendak berwirausaha, kiat-kiat menjadi wirausaha, serta bagaimana mencari pasar yang baik untuk berwirausaha.

Selain itu pada kesempatan kali ini memantau sejauh mana kreativitas yang sudah ibu-ibu kembangkan dalam mengolah aneka jajanan dari singkong sekaligus melakukan sosialisasi berwirausaha dengan memanfaatkan media online atau online shop. Dengan melalui online shop ibu-ibu bisa menjadikannya media menjajakan hasil kreativitas olahan singkong mereka dan juga berjualan yang lainnya dengan mudah tanpa mengganggu aktivitas kewajibannya sebagai ibu rumah tangga.

Pewarta : Urfi Nauroh

Editor : Hanifah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *