BERBAGI
Direktur RSUD Muntilan dr. M. Syukri dalam Konferensi Pers Penanganan Covid-19 di ruang Command Center Setda Kabupaten Magelang, Jumat (29/01/2021). (Foto: Humas Pemkab Magelang)

MAGELANG, Warta Nasional – Tempat pelayanan masyrakat, Rumah Sakit Umum Daerah Muntilan sebagai salah satu fasilitas kesehatan rujukan pasien positif Covid-19, membentuk tim dalam penanganan Covid-19. Hal tersebut bertujuan salah satunya agar data pasien yang terkonfirmasi Covid-19 selalu valid.

Hal tersebut di ungkapkan oleh Direktur RSUD Muntilan dr. M. Syukri dalam Konferensi Pers Penanganan Covid-19 di ruang Command Center Setda Kabupaten Magelang, Jumat 29 Januari 2021.

“Keputusan pasien Covid atau bukan, adalah tim yang menentukan. Sehingga tidak satu dokter yang menentukan, untuk menghindari kemarin yang ramai pasien di-covid-kan,” ungkap Direktur RSUD Muntilan dr. M. Syukri.

dr. Syukri menyebutkan kesiapan fisik atau ruang perawatan di RSUD Muntilan meliputi bangsal isolasi Covid-19 berjumlah 35 tempat tidur dan akan dikembangkan menjadi 43 tempat tidur.

Kemudian ruang isolasi standar ICU sebanyak 6 dan akan dikembangkan menjadi 8 tempat tidur. Ruang isolasi biasa sebanyak 29 menjadi 35 tempat tidur. Ruang isolasi IGD sebanyak satu tempat tidur, serta kamar operasi khusus dan ruang persalinan juga khusus pasien Covid-19 masing-masing satu ruangan.

“Untuk pasien Covid-19, kita fokuskan di seberang Kali Lamat, jadi tiga bangsal, yaitu Bangsal Mawar, Anggrek dan Dahlia,” tambah dr. Syukri.

Saat ini RSUD Muntilan memiliki Sumber Daya Kesehatan berjumlah 551 tenaga, serta satu dokter baru yaitu spesialis paru-paru.

Sampai dengan Januari 2021, RSUD Muntilan sudah merawat total 431 pasien, dengan rincian 267 suspek dan 164 terkonfirmasi Covid-19. Sebanyak 390 pasien berhasil sembuh.

“Terlepas dari itu, RSUD Muntilan juga kerap melakukan tracing kontak erat terhadap petugas kesehatan,” imbuh dr. Syukri.

Di samping kesehatan fisik, RSUD Muntilan juga mendatangkan psikolog.

“Hal ini untuk menenangkan para petugas kesehatan supaya tidak tertekan dan stress karena saat orang lain berada di rumah, mereka harus terus berada di rumah sakit,” tandas dr. Syukri.