BERBAGI
Dugderan dan sejarah penentuan awal puasa Ramdan 1442 H
Walikota Semarang atau Tumenggung Aryo Purboningrat, Hendrar Prihadi dan Wakil Walikota Semarang Hevearita G Rahayu, melakukan pukul bedug Dugderan penentuan awal puasa Ramdan 1442 H tahun 2021

Semarang, Warta Nasional – Dugderan sejarah rembug penentuan awal puasa di Semarang selalu ada menjelang puasa 1 Ramadan.

Menjadi budaya khas Kota Semarang, Dugderan sejarah rembug penentuan awal puasa memperingatinya di Masjid Agung Kauman Semarang.

Masjid Agung Kauman Semarang memiliki jejak yang kuat dalam sejarah penentuan awal puasa Ramadan di Semarang sejak dulu.

Tempat ibadah ini dibangun arsitek asal Belanda sebagai hadiah kepada Sunan Pandanaran, Tumenggung Karesidenan Semarang kala itu.

Masjid Agung Kauman juga memiliki sejarah andil dalam pergerakan kemerdekaan Republik Indonesia.

Menjadi satu-satunya masjid di Indonesia yang mengumumkan kemerdekaan Indonesia secara terbuka, setelah proklamasi oleh Soekarno-Hatta.

Sejarah Dugderan

Masjid Agung Kauman erat kaitannya dengan tradisi budaya penentuan awal puasa Ramadhan, yakni tradisi Dugderan.

Dahulu kala, Tumenggung atau pemimpin daerah Semarang, Tumenggung Aryo Purboningrat, menemui para kyai dan ulama untuk berhalaqah atau mendiskusikan penentuan awal puasa.

Melalui halaqah atau diskusi tersebut, kemudian menghasilkan suatu keputusan beserta pesan-pesan kebaikan dari para ulama untuk diumumkan kepada seluruh warga Semarang.

Sebagai tanda pengumuman tersebut, karena saat itu masjid belum ada pengeras suara maka menggunakan sebuah bedug dan membunyikan petasan besar.

Dugderan berasal dari kata ‘dug’ dari bunyi bedug yang ditabuh, dan ‘der’ dari bunyi petasan yang dinyalakan.

Pun hal yang sama tahun ini, oleh Pemkot Semarang prosesi Dugderan menjelang bulan Ramadhan tahun 1442 H tahun 2021.

Sebelumnya, ada pagelaran seni khas Warak Ngendog di aula Balaikota Semarang.

Gelaran Dugderan tahun ini lebih sederhana karena masa pendemi Covid-19.

Tidak semeriah dengan arak-arakan pawai Dugderan seperti Warak Ngendhog, kembang Manggar, dan kesenian tradisional dari tiga budaya etnis, ada Jawa, Arab, dan China.

Halaqah dan Pukul Bedug Tanda Awal Puasa

Walikota Semarang atau Tumenggung Aryo Purboningrat, Hendrar Prihadi dan Wakil Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, melakukan halaqah.

Halaqah atau diskusi dengan ulama di Masjid Agung Kauman untuk menetapkan awal pelaksanaan ibadah puasa, Minggu 11 April 2021.

Hasil halaqah, Tumenggung Aryo Purboningrat lalu mewartakan  kepada masyarakat bahwa bulan Suci Ramadhan telah tiba.

Dugderan dan Sejarah Rembug Penentuan Awal Puasa di Semarang
Walikota Semarang atau Tumenggung Aryo Purboningrat, Hendrar Prihadi tabuh bedug Dugderan/Ambar Adi Winarso-Warta Nasional

Dalam pesan halaqahnya, berharap orang merayakan tradisi ini penuh dengan pesan-pesan baik agar nanti ketika memasuki Ramadhan hatinya, pikiran perkataan dan tindakannya bersih.

Menutup halaqahnya, Tumenggung Aryo Purboningra berulang-ulang memukul bedug serta menyerahkan kue ganjel rel serta hidangan simbolik lainnya.

“Mudah-mudahan selama Ramadan masyarakat bisa menjalankan ibadah dengan baik,” pesan Hendi usia melaksanakan proses Dugderan. ***