BERBAGI
Foto WN : Atul Tyagi, Technical Expert Foopak saat diwawancari di sela-sela acara Roadshow Food Safety Packaging yang digelar Foopak di Semarang, Kamis, (1/12/2016).

SEMARANG, Warta Nasional – Foopak bersama Badan Pengawasan Obat dan Makanan (POM) serta Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengadakan kegiatan Roadshow Food Safety Packaging di Semarang, Kamis (1/12).

“Rangkaian roadshow food safety packaging yang sudah dilaksanakan di tiga lokasi, antara lain Jakarta, Bandung Rabu (29/11) kemarin, dan hari ini di Semarang, dihadiri oleh beberapa narasumber di bidang food safety antara lain Badan POM, LIPI, dan LPPOM MUI,” kata Atul Tyagi, pakar teknik dari Foopak, kepada wartanasional.com di Semarang.

Tyaqi, mengungkapkan Program ini bertujuan untuk memberi edukasi kepada masyarakat untuk hidup sehat, salah satunya memilih kemasan pangan yang food grade dan higienis.

“Produk foopak telah teruji bebas dari bahan kimia berbahaya, bersertifikat Food and Drugs Administration (FDA), sudah memiliki sertifikasi ISEGS, dan sertifikasi halal,” paparnya.

Tyaqi mengatakan untuk Produk Foopak juga di desain khusus untuk pengaplikasian makanan dengan keunggulan melindungi makanan dari kontaminasi dan juga ramah lingkungan. Selain itu, Foopak juga diklasifikasikan berdasarkan aplikasi pada makanan. Sehingga, semua jenis makanan bisa terbungkus dengan baik dan aman.

“Foopak sendiri merupakan kemasan makanan yang 100 persen bisa terurai alami (bio-degradable) memiliki kemampuan untuk menahan minyak, kemasan yang secara khusus dikembangkan untuk penyimpanan di lemari es, kemasan yang didesain khusus untuk menjaga kualitas kesegaran makanan,” ucapnya

Lanjut, Atul Tyaqi selain itu, Foopak juga didesain untuk makanan yang menggunakan saus dan penutup untuk melindungi makanan serta berwarna putih alami.

Sementara itu Peneliti Pusat Penelitian Biomaterial Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Lisman Suryanagara mengingatkan masyarakat akan bahaya kertas nasi dan kertas daur ulang bagi kesehatan manusia.

“Jadi kertas nasi untuk membungkus makanan seperti untuk nasi goreng, nasi bungkus, atau martabak yang berwarna cokelat itu memiliki dampak buruk bagi kesehatan, misalnya mengurangi vitalitas bagi laki-laki,” ucapnya.

Ia menuturkan tempat penyimpanan makanan terus mengalami perubahan dari masa ke masa seiring berjalannya waktu. Menurut dia, pemanfaatan bahan yang digunakan sebagai kemasan makan yang umum digunakan dari masa ke masa antara lain keramik, kaca, plastik, aluminium foil, hingga yang berbahan dasar kertas. (WN-007)