BERBAGI
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat meninjau longsor di Wologito, Semarang/Dok/Humas Pemprov Jateng/

SEMARANG, Warta Nasional – Akibat cuaca ekstrim beberapa hari ini, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bersepeda ke Wologito, Kelurahan Kembangarum, Semarang Barat, Kota Semarang, Selasa 9 Februari 2021 pagi. Ganjar ke sana untuk mengecek kondisi warga RT 4 RW 7 yang terdampak longsor pada Sabtu 6 Februari 2021 dini hari.

Berangkat pukul 06.30 WIB, Ganjar kemudian menengok salah satu rumah yang bagian belakangya rusak cukup berat, karena tertimpa material longsor dari tebing di belakang rumahnya.

“Bu panjenengan terus tidur di mana? Jangan di sini lho, ini masih bahaya,” tutur Ganjar, pada si pemilik rumah yang merupakan istri dari ASN di Pemkot Semarang.

Ganjar lalu bertanya, kondisi rumah dan bantuan apa saja yang sudah diterima warga. Dia pun mendapat curhatan dari warga agar segera dibangun talud dibekas longsor.

“Dari BPBD sudah berikan apa saja bu? Ini panjenengan resik-resik dulu, kalau ada kurang ngomong sama Pak RT-nya biar dibantu,” ucap Ganjar.

Dalam kesempatan itu, Ganjar juga meminta agar warga yang tinggal di dekat tebing untuk berhati-hati. Sebab, musim hujan diperkirakan masih berlangsung lama, dengan intensitas tinggi.

“Dipantau terus lewat BMKG. Saya minta hati-hati karena cuaca ini mungkin akan berlangsung lama,” kata orang nomor satu di Jateng ini.

Ketua RW 7, Sarmin Hadi Priyono menuturkan kronologi, longsor terjadi dua kali pada Sabtu 6 Februari 2021 dini hari. Longsor pertama terjadi sekitar pukul 02.00 WIB. Kemudian pada sekitar pukul 04.00 WIB terjadi longsor susulan dan menimpa tiga rumah.

“Menimpa tiga rumah, yang paling parah dua rumah,” kata Ganjar.

Setidaknya enam keluarga terpaksa diungsikan ke rumah warga. Sarmin mengatakan, bantuan dari camat, BPBD, hingga Pemkot Semarang, juga telah diterima. Sementara, Gubernur Ganjar juga memberikan bantuan tunai untuk warga setempat

“Pak Gubernur tadi mengingatkan terkait protokol kesehatan, tadi diingatkan untuk terus hati-hati dan juga soal sampah,” kata Sarmin.