BERBAGI
Foto: Ilustrasi

LAMPUNG, Warta Nasional – Gempa tektonik berkekuatan Magnitudo 5,1 mengguncang wilayah Selat Sunda, Rabu (26/8) pagi, pukul 06.27.59 WIB.

Hasil analisis BMKG menunjukkan episenter gempabumi terletak pada koordinat 6,75 LS dan 104,56 BT atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 141 kilometer arah Selatan Kota Agung, Kabupaten Tanggamus, Lampung pada kedalaman 43 km.

Guncangan gempabumi ini dirasakan di daerah Labuan IV MMI (Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah), Pandeglang II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang), dan Tanggamus I-II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).

Hingga berita ini diturunkan, BMKG menyampaikan, belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami.

Hingga pukul 06.54 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock).

BMKG menjelaskan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menunjam di bawah Lempeng Eurasia. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan sesar naik (thrust fault).

Masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

“Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun  tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum Anda kembali ke dalam rumah,” imbau BMKG. (WN)