BERBAGI
Wisata Glamping Linggarjati Magelang
Glamping Linggarjati Magelang cocok bagi pemburu sunyi dengan alam pegunungan yang sejuk/Ambar Adi Winarso-Dok. Prov. Jateng

MAGELANG, Warta Nasional – Glamping Linggarjati Magelang bisa jadi alternatif berlibur yang aman dan nyaman di era pandemi Covid-19.

Relaksasi untuk istirahat saat berwisata sangat tepat di Glamping Linggarjati Magelang. Tempatnya sunyi dan tenang.

Glamping Linggarjati juga dekat dengan destinasi wisata lainnya di Magelang.

Seperti Candi Borobudur yang sedang dikembangkan menjadi kawasan super prioritas nasional destinasi wisata.

Glamping Linggarjati adalah tempat camping nan eksotis yang berada di lereng Gunung Sumbing, tepatnya di Alas Krincing Mangli, Kecamatan Kaliangkrik Kabupaten Magelang.

Di tempat ini, anda akan disuguhkan pemandangan alam yang memanjakan setiap penjuru mata melihat bentang alam.

Kerennya Glamping Linggarjati diceritakan oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, dia keliling Magelang dan mampir di lokasi camping tersebut.

Sepanjang perjalanan, pemandangan khas pegunungan langsung menyambut Ganjar dan rombongan.

Jalan terjal dan sempit yang hanya bisa dilalui sepeda motor, tak menyurutkan langkah Ganjar mendatanginya. Sesampainya di sana, ia langsung merasakan kepuasan di dada.

“Ini keren sekali. Tempatnya sejuk dan asri. Di kejauhan terlihat Kota Magelang, dan katanya kalau pagi bisa melihat matahari terbit. Ini eksotis,” kata Ganjar, Minggu 4 April 2021.

Ganjar senang karena pengembangnan kawasan Borobudur disambut antusias masyarakat.

Dengan sadar, masyarakat yakin bahwa kelak kawasan Borobudur akan menjadi jujugan wisatawan.

Sunyi, Sejuk, Nyaman

Menurut Ganjar, suasana Glamping Linggarjati sangat enak untuk menikmati alam dengan kesunyian yang nyaman.

“Jadi kalau ke Magelang dan ingin menikmati kesunyian, bersatu dengan alam dan ingin merenung, di sini tempat yang bagus,” kata Ganjar.

“Tempatnya keren, sejuk dan sangat nyaman. Jauh dari keramaian kota dan bisa bersantai dengan keluarga,” imbuhnya.

Pengelola Glamping Linggarjati, Edi Hartanto mengatakan, terdapat tiga kamar tidur berbentuk seperti tenda di lokasi itu.

Pengunjung dapat menikmati suasana sunyi dengan ngecamp di tempat itu hanya dengan biaya Rp375.000.

Sementara di akhir pekan atau libur nasional, harganya sedikit naik menjadi Rp400.000.

“Di sini tidak ada sinyal, tidak ada musik, tidak ada televisi. Jadi benar-benar sunyi,” katanya.

View pedesaan di pegunungan menjadi daya tarik tersendiri. Hamparan ladang kol dan aneka sayuran terhampar di sepanjang mata memandang.

Aneka satwa endemik lainnya ada banyak kicau burung liar juga menambah suasana menjadi romantis.

Aneka menu masakan ndeso siap memanjakan lidah para pengunjungnya.

Apalagi, sayur yang tersaji sangat segar karena petik langsung dari ladang di sekitarnya.

“Meski pandemi, pengunjung tetap ramai datang ke sini. Jadi kalau mau menginap, harus reservasi dulu dan harus berlomba dengan calon pengunjung lainnya,” katanya. ***

Editor: Ambar Adi Winarso