BERBAGI
Gubernur Ganjar Pranowo, seusai menghadiri rapat mingguan penanggulangan Covid-19, Senin (18/1/2021). (Foto: Humas Pemprov Jateng)

SEMARANG, Warta Nasional – Sebanyak 22 rumah sakit daerah di Jawa Tengah mulai menambah tempat tidur (TT) di ruang rawat intensif (ICU) penanganan Covid-19.

Seminggu setelah diinstruksikan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, sedikitnya ada penambahan tempat tidur sebanyak 23 persen.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Ganjar Pranowo, seusai menghadiri rapat mingguan penanggulangan Covid-19, Senin (18/1/2021).

Gubernur menyebut, di beberapa wilayah yang kemarin disoroti tentang kapasitas TT  ICU yang kurang dari 15 buah, kini mulai berbenah.

“Sehingga, kurang lebih penambahan 23 persen penambahan tempat tidur ICU selama satu minggu terakhir. Artinya kawan-kawan dari seluruh rumah sakit bekerja dengan bagus,” ujar Ganjar.

Gubernur menyampaikan, pemerintah pusat siap memberikan dukungan terhadap penambahan fasilitas tersebut. Hal itu sesuai dengan rapat dengan Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin.

“Menteri Kesehatan menyampaikan, kalau ada kesulitan terkait pelaksanaan atau pelayanan kesehatan, kementrian bisa membantu. Maka yang berkaitan dengan peralatan, obat-obatan Kementerian siap membantu,” jelas Ganjar.

Terkait keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) ICU Covid-19, Ganjar menyebut angkanya sudah berada di bawah 60 persen. Sedangkan BOR di ruang isolasi Covid-19 angkanya sudah berada di bawah 70 persen.

Data dari Dinkes Provinsi Jawa Tengah, beberapa rumah sakit di daerah, telah menambah lebih dari 15 TT ICU. Di antaranya, Kabupaten Magelang yang sebelumnya 12 TT, kini menjadi 21 TT, Kabupaten Pati kini menjadi 17 TT dari sebelumnya 13 TT.

Kabupaten Wonogiri yang sebelumnya delapan TT, kini kapasitas ICU Covid-19 menjadi 15 TT. Rumah sakit daerah lain yang telah meningkatkan kapasitas ICU-nya ada Banjarnegara dengan 16 TT, Tegal 18 TT, dan Kendal yang mencapai 15 TT.

Di wilayah lain, sejumlah rumah sakit telah menambahkan kapasitas tempat tidur, akan tetapi belum mencapai jumlah minimal.