BERBAGI
Foto WN : Ketum DPP IKAPPI, Abdullah Mansuri saat berbincang bersama Pedagang Pasar Waru Indah, Semarang (1/12)

SEMARANG, Warta Nasional – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) menyesalkan perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang akibat terjadinya kebakaran pasar tradisional beberapa waktu lalu yakni Pasar Johar dan Pasar Waru Indah, Kota Semarang dalam rentan waktu setahun terbakar.

“IKAPPI meminta Pemkot Semarang, segera melakukan berbagai perbaikan terhadap Pasar Waru Indah, Kota Semarang yang terbakar dan mengayomi pedagang yang menjadi korban,” kata Ketua Umum DPP IKAPPI, Abdullah Mansuri, kepada wartanasional.com, saat meninjau Pasar Waru Indah Semarang, Kamis (1/12).

Mansuri, menyampaikan kepada para pedagang agar Pemkot Semarang, lebih perhatian kepada para pedagang. Ini menjadi catatan penting bagi IKAPPI. Karena, setelah Pasar Johar terbakar dalam waktu kurang dari setahun terjadi kebakaran kembali di pasar tradisional lainnya. Ini saya anggap sebagai kelalaian Pemkot Semarang terhadap Pasar Tradisional.

“Kami tegaskan bahwa dalam proses pembangunan Pasar Waru Indah Semarang, tidak boleh melibatkan pihak investor atau dana pihak ketiga. Pasar harus dibangun kembali menggunakan anggaran Pemerintah sebagai upaya perlindungan terhadap pedagang,” paparnya.

Lanjut Mansuri, Pemkot Semarang harus memastikan bahwa seluruh pedagang korban kebakaran harus bisa mendapatkan kios dan berdagang kembali dipasar tersebut tanpa dipungut biaya sepeserpun.

Sementara itu, Purwadi selaku Juru Pungut Pasar Waru Indah, mengaku Pemkot Semarang telah membangun pasar sementara. Pasar sementara tersebut memakan jalan sebelah kanan atau pasar menuju jalan raya. Sehingga situasi dan kondisi pasar lebih parah dan menyebabkan kemacetan. Namun, pembangunan pasar ditarget empat pekan selesai. Sedangkan untuk bangunan tersebut diperuntukan untuk seluruh pedagang yang mengalami kebakaran.

“Letaknya nanti disini (jalan sebelah) memanjang di pinggir jalan Area Pasar Waru Indah, sesuai data saja jumlahnya kios yang terbakar,” katanya.

Purwadi, menuturkan Kebakaran Pasar Waru Indah terjadi pada Jumat (18/11) malam lalu. Sebanyak 10 kios terbakar terdiri dari 4 kios sembako dan 6 kelontong. Los yang terbakar sebanyak 404 dari 511 los yang ada. Sedangkan untuk pedagang korban kebakaran tercatat 350 pedagang.

“Berkaca dari pengalaman, Pasar Waru Indah pernah terbakar pada 20 Mei 2011. Saat itu, puluhan kios PKL di kompleks pasar ini ludes terbakar. Belum genap satu bulan, pasar ini kembali terbakar, yakni 11 Juni 2011. Puluhan kios yang menjual sembako, sayuran, dan pakaian ludes terbakar,” pungkasnya. (WN-005).