Kekhawatiran Akan Timbulnya  Klaster Demonstrasi

Mahasiswa UIN Walisongo Semarang, Fuad Nashrullah

Oleh: Fuad Nashrullah

Menurut data yang dilangsir portal Covid19.go.id , Kasus Covid-19  di Indonesia kian bertambah dengan Update kasus total kasus sebesar 333.499 dengan pertambangan kasus 4.4497. di tengah pertambahan kasus Covid-9 tersebut , Masyarakat dihebohkan lagi dengan pengasahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja dalam rapat pari purna DPR, Senin (5/10). Kekecewaan masyarakat atas pengesahan RUU Cipta kerja tumpah di dunia maya maupun tempat-tempat umum.

Kekawatiran satgas Penanganan Covid-19 akan perkembangan kasus Covid-19 yang diprediksi akan terus bertambah setelah terjadinya demo atas Pengasahan UU Cipta Kerja. Dikarenakan aksi demonstrasi melibatkan berbagai elemen mulai dari Masyarakat, Mahasiswa, Pelajar, Buruh serta Konon Melibatkan Pihak-pihak yang tidak jelas, Mengelar Aksi atas pengesahan UU Cipta Kerja oleh DPR di sejumlah wilayah Jakarta dan berbagai daerah lainnya di Indonesia.

Omnibus Law yang telah disahkan pemerintah yang mencangkup 11 klaster di antarannya adalah penyederhanaan perizinan, persyaratan investasi serta kemudahan, pemberdayaan dan perlindungan UMKM. Klaster selanjutnya adalah dukungan riset dan komunikasi, ketenagakerjaan, pengenaan sangsi, kawasan ekonomi, kemudahan berusaha, pengadaan lahan serta investasi dan proyek pemerintah.

Semua pihak sebenarnya sudah mengawatirkan akan muncul klaster baru Covid-19  terhadap para demonstran. Mengingat aksi yang dilakukan para demonstran akan penolakan UU Cipta Kerja tersebut. Dilansir dari detik.com, bahwa hasil pemeriksaan sementara tes cepat sementara terhadap demonstran di Jakarta tercatat 27 orang reaktif dan 2 orang positif Covid-19. Para demonstran yang reaktif maupun positif Covid-19 di isolasi di tempat penampungan.

Belum lagi aksi demonstrasi yang dilakukan di berbagai wilayah Indonesia selain Jakarta. Peristiwa tersebut mempertemukan orang dengan jumlah ribuan, bahkah  puluhan ribuan manusia  berada di satu tempat tanpa memperhatikan Protokol Kesehatan. Kekawatiran akan muncul klaster baru terhadap demonstran karena adanya kumpulan massa saat melakukan penolakan terhadap UU Cipta Kerja. Penularan juga bisa terjadi kepada aparat yang sedang mengamankan jalanya demonstrasi yang terjadi di berbagai daerah.

Kekhawatiran atas munculnya klaster demonstran merupakan bukan sifat yang berlebih, mengingat saat ini masih dalam masa pandemi, sementara gelombang penolakan terus terjadi di berbagai daerah. Kekhawatiran akan adanya klaster baru yaitu klaster demonstran akan menyebabkan berbagai kecemasan akibat demonstrasi tersebut.

Kekawatiran muncul dikarenakan  berbagai faktor di antarannya dalam sebuah demonstrasi terjadi pertemuan massa yang berasal dari berbagai dengan jumlah massa ribuan bahkan puluhan ribuan yang mana sebagian besar mereka mengabaikan jaga jarak fisik dan lebih parahnya lagi tidak menggunakan masker di pusat lokasi demonstrasi. Dalam kerumunan yang jumlahnya besar seperti demonstrasi kita tidak bisa menjamin bahwa seluruh peserta demonstrasi tidak membawa virus. Kemungkinan Terjadinya kontak fisik dengan orang yang membawa virus  tidak bisa dipungkiri lagi. Kita bisa menyentuh mulut, hidung atau mata sebagai pintu masuk Virus Corona ke dalam tubuh.

Tak Cuma itu. Para demonstran dalam melakukan aksinya pasti bernyanyi, berseru, berorasi yang itu semua merupakan sumber drophet dan aeresol berisi virus. Kegiatan tersebut tidak terjadi Cuma bermenit-menit saja. Tetapi kegiatan tersebit terjadi berjam-jam . kemungkinan terjadi penularan antar demonstran sangat besar. Bahkan, para petugas juga dikhawatirkan akan tertular Covid-19 karena mereka juga kontak dengan para demonstran.

Melihat risiko itu semua, para demonstran sebaiknya menyampaikan aspirasinya dengan bijak ditenggah pandemi Covid-19 ini. Perlu mempertimbangkan risiko yang terjadi pada diri sendiri dan orang lain. Oleh  karena itu anjuran tetap mematuhi protokol kesehatan tetap harus dipegang erat, mulai dari kita memakai masker, jaga jarak dan lain sebagainya. Bukan tidak mungkin, para peserta demonstrasi yang telah selesai akan membawa virus Covid-19. Kekhawatiran kasus Covid-19 akan muncul setelah 1-2 minggu mendatang.

Penulis : Fuad Nashrullah (Mahasiswa UIN walisongo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *