BERBAGI
Kisah video viral Kaka Fajar
Kaka Fajar Apriliansyah viral video sebagai pengarah foto wisatasan Kota Lama diundang Walikota Semarang Hendrar Prihadi/Ambar Adi Winarso-Dok. Humas Pemkot

SEMARANG, Warta Nasional – Kisah viral Kaka bocah penjual koran jadi pengarah foro di kawasan wisata Kota Lama Semarang.

Kisah viral Kaka Fajar Apriliansyah (13) membuat namanya terkenal setelah video adegan dia dalam mengarahkan gaya berfoto bagi para wisatawan Kota Lama Semarang.

Dalam video beredar media sosial, Kaka cekatan layaknya pengarah gaya dan fotografer profesiaonal memberi instruksi dan memotret wisatawan.

Wajah polos sebagai anak tak canggung dia akan membantu wisatawan dalam mengambil enggel foto di Kota Lama dan Lawangsewu.

Bahkan dia secara sukarela akan memberi bantuan memfotokan dengan kamera milik wisatawan di spot-spot Kota Lama dan Lawangsewu.

Berkat video viralnya, Kaka berkesempatan bertemu dengan Walikota Semarang Hendrar Prihadi di Balaikota Semarang, Senin 29 Maret 2021.

“Sudah dua tahun bantu motret wisatawan dengan kamera atau ponsel milik wisatawan,” kata Kaka, kepada Warta Nasional.

Kaka sedang lakukan pengarahan foto
Kaka mempraktekan cara mengarahkan foto/Warta Nasional-Ambar Adi Winarso

Kaka mengatakan, awalnya dia adalah penjual koran jalanan di sekitar Gedung Lawangsewu membantu ibunya yang juga jualan koran.

Kondisi ekonomi yang serba kekurangan mendorong bocah kelas 6 SD Muhammadiyah Semarang ini ingin menjadi tukang potret atau foto di Lawangsewu paruh waktu.

Sebuah prinsip hidup dia pegang yakni lebih memilih menjadi pengarah foto di Kota Lama Semarang ketimbang menjadi pengamen ataupun mengemis.

“Tadinya di Lawangsewu bantu motret wisatawan tapi karena tidak punya kartu anggota saya pindah ke Kota Lama,” kata Kaka.

Saat ada di Kota Lama, Kaka akan mengambil spot membantu foto wisatawan pada spot hits Akar Kayu, Gereja Blenduk dan Taman Srigunting.

Tak jarang banyak wisatawan menggunakan jasa Kaka untuk membantu proses foto atau pengambilan enggel terbaik spot.

Kaka akan ada di Kota Lama hanya pada hari Jumat, Sabtu dan Minggu dari pukul 8 pagi sampai 8 malam.

“Biasanya setelah bantu foto-foto ada yang kasih 20 ribu sampai 50 ribu,” katanya.

Kaka Siswa Berprestasi Selalu Rangking 1

Kisah sisi lain dari seorang Kaka, jika dia adalah siswa yang berprestasi, hal ini sesuai penuturan cerita orang tuanya Nina Marlina (31), menyebut Kaka selalu rangkin 1 sejak kelas 1 sampai 5 SD.

Sang ibu mengaku cukup terbantu dengan penghasilan Kaka yang memang untuk membantu biaya sekolah dan makan keluarga.

“Dia selalu rangkin 1, tapi untuk kelas 6 belum tahu karena belum sempat ambil nilai raport enggak ada biaya,” kata Nina.

Nina mengaku, beban biaya sekolah dari SPP dan buku-buku LKS tidak mampu untuk membayar sehingga belum bisa mengambil nilai raport Kaka untuk kelas 6.

Kata Nina, Ayah Kaka hanya sebagai tukang sapu jalanan kontak dan sebelumnya sebagai tukang becak.

“Tapi saya tidak menyuruh dia bekerja itu kemauan Kaka sendiri sebagai kesenangan atau hobi,” katanya.

Apresiasi Walikota Semarang

Viral video Kaka yang sedang mengarah gaya dan memotret sampai ke Walikota Semarang Hendrar Prihadi, dengan mengundang Kaka ke ruang kerjanya Senin 29 Maret 2021.

Walikota Semarang mengapresiasi Kaka karena prinsipnya yang tidak ingin mengemis untuk mencari uang.

Kisah Kaka, kata Hendi sapaan walikota, perlu diangkat untuk bisa menginspirasi masyarakat luas, terutama anak muda di Kota Semarang.

“Spirit Kaka bertahan hidup, membantu keluarga di tengah pandemi Covid-19 ini luar biasa,” kata Hendi.

Dalam pertemuan tersebut, Hendi pun lantas mengapresiasi Kaka dengan memfasilitasinya sebuah ponsel pintar untuk mendukung kegiatannya.

Tak hanya itu, Wali Kota Semarang tersebut juga berjanji akan memberikan beasiswa sekolah untuk Kaka dan adik – adiknya.

Pasalnya, Hendi juga mendengar bahwa sebagian uang yang didapatkan Kaka juga digunakan untuk membantu membayar uang sekolah saudara – saudaranya. ***

Editor: Ambar Adi Winarso