BERBAGI
Kisruh Armada BRT Trans Semarang Koridor IV Mogok Beroperasi
Ilustrasi BRT Trans Semarang, Kisruh Armada BRT Trans Semarang Koridor IV Mogok Beroperasi

SEMARANG, Warta Nasional – Kisruh BRT Trans Semarang Koridor IV rute Cangkiran-Stasiun Tawang mogok oprasi. BRT Trans Semarang rute tersebut sudah tidak beroperasi sejak Sabtu 5 Juni 2021.

Dari 26 armada yang ada pada Koridor IV sampai pada Senin 7 Juni 2021 hanya yang beroperasi ada 9 armada saja.

Akibatnya, banyak penumpukan penumpang pada halte BRT Trans Semarang terutama arah dari Cangkiran sampai Ngaliyan.

Belum tahu pasti penyebabnya, namun dari pihak operator BRT Trans Semarang korodor IV hanya pemberitahuan jika armada untuk dikandangkan sejak Sabtu 5 Juni 2021.

BACA JUGA: Tukar Botol Gratis Tiket BRT Trans Semarang,Ini Syarat ketentuannya

Sebelumnya, semua armada BRT Trans Semarang koridor IV juga pernah berhenti operasi pada Maret 2021 dengan alasan perawatan berkala.

Alasan Ban Tidak Ori

Direktur Utama PT Matras Semar, operator Koridor IV BRT Trans Semarang, Rahman Amal Romis menjelaskan, pemberitahuan dia terima dari pengelola Badan Layanan Umum (BLU) hanya lewat telepon bukan surat menyurat resmi.

Dalam pesan yang ia terma pada Jumat 4 Juni 2021 menyebut jika alasan dikandangkannya armada karena onderdil ban bus tidak ori alias ban vulkanisir.

“Kami diberitahu oleh ceklist dari BLU Jumat malam bahwa semua ban harus ori semua. Tidak boleh ada yang vulkanisir,” katanya, Minggu 6 Juni 2021.

Rahman menjelaskan jika sebenarnya pada Sabtu 5 Juni 2021 ada empat armada Koridor IV yang beroperasi dari pol Stasiun Tawang menuju Terminal Cangkiran.

Namun karena ada pemberitahuan berhenti, maka empat armada tersebut masuk pol karena alasan teknis ban yang tidak ori.

“Lalu, di pool armada pembenahan mekanik, dan pada Minggu hanya ada delapan armada yang bisa memberikan pelayanan,” katanya.

Tidak beroprasinya BRT Trans Semarang Koridor IV membuat para penumpang setia kecewa berat. Pasalnya, tidak ada pemberitahuan sebelumnya.

Sejumlah penumpang kecewa karena telah menunggu lama lebih dari satu jam di halte transit.

BACA JUGA: Ombudsman: Kebijakan Pemkot Semarang Naik Transportasi Umum Berpotensi Naikan Kasus Covid-19

Maryati (56) salah satu penumpang dar Mijen mengaku kecewa karena sudah menunggu BRT Trans Semarang tidak muncul di halte depan Koramil Mijen.

“Enggak tahu kenapa sepi BRT, kalau begini kan mending tadi saya minta antar anak saya ke Semarang bawah,” katanya.

Dia berharap, tarnsportasi massal tersebut kembali beroperasi normal apapun kisruh yang terjadi, karena ujungnya penumpang dan pelanggan yang menjadi korban.

“Maret kemarin juga mogok enggak ada yang narik, kasihan para sopir dan kondekturnya tidak ada penghasilan,” katanya.

Pantauan di lapangan, beberapa shelter halte terjadi penumpukan seperti di halte Perumahan Jatisari BSB, Pasar Mijen, dan Ngaliyan.

Terlihat pula petugas checker penumpang di halte hari itu berbeda dua hari sebelumnya yang memang tidak ada petugas. ***

Editor: Ambar Adi Winarso