BERBAGI
Tim KKN MIT Kelompok 71 UIN Walisongo Semarang saat mengadakan acara Webinar dengan Tema "Moderasi Beragama Generasi Milinial di Tengah Disrupsi Teknologi Informasi" dengan Narasumber Dr. Mohamad Sobirin Sahal, S. Th.I., M.Hum. Credit : Aisyah Nurjanah/Kelompok 71 KKN MIT 11 UIN Walisongo.
SEMARANG, Warta Nasional – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Mandiri Inisiatif Terprogram Dari Rumah (KKN MIT-DR) Angkatan XI UIN Walisongo Semarang kelompok 71 mengadakan webinarpada Selasa 19 Januari 2021.
Dengan tema Moderasi Beragama Generasi Milenial di Tengah Disrupsi Teknologi Informasi, webinar ini diisi langsung oleh Peneliti dan Penggerak Modererasi Beragama di Indonesia.
Acara yang berlangsung melalui Google Meet tersebut menghadirkan bapak Dr. Mohamad Sobirin Sahal, S. Th.I, M.Hum. sebagai narasumber.
Narasumber yang merupakan tokoh Peneliti dan Penggerak Moderasi Beragama mengisi sesi pertama dengan materi yang padat.
Pada webinar kali ini, bapak Sobirin menjelaskan pentingnya para milenial menggunakan media sosial untuk bermoderat dalam menganut agama.
Hal ini diupayakan agar para milenial tidak mudah terbawa arus ekstrimisme atau paham radikal yang sedang digencarkan dewasa ini.
“Perilaku pengguna media sosial di Indonesia mencapai prosentase 97,4% dengan total 129,2 juta jiwa,” tuturnya dalam presentasi siang hari tadi.
Beberapa peserta juga terlihat antusias dengan memberikan beberapa pertanyaan kepada pemateri.
Seusai sesi pertama yang padat dengan materi, bapak Sobirin juga menjawab pertanyaan terkait beramaga yang moderat di luar Indonesia pada sesi tanya jawab.
Beliau juga menguraikan dalam presentasinya, bahwa telah dilakukan penelitian tentang karakteristik 1199 netizen pengguna media sosial di 8 negara, yaitu Brazil, Chile, China, India, Italia, Trinidad, Turki, dan Inggris.
Ada pada salah satu temuannya adalah tindakan unfriend karena perbedaan sikap politik menunjukan seberapa besar publik terlibat dalam isu-isu politik dalam perbincangan sehari-hari di media sosial.
Di Turki, misalnya, angka unfriend yang betgitu tinggi menunjukkan bahwa politik tidak hanya penting tetapi juga sensitif.
“Ketika dihubungkan dengan kebahagiaan menggunakan media sosial, hanya responden dari China saja yang mayoritas mengaku bahagia selama berinteraksi di media sosial. Sementara di 7 negara lainnya mayoritas responden menilai media sosial tidak berarti banyak bagi kebahagiaan mereka,” sambungnya sambil menampilkan materi.
Karenanya, bersikap moderat sangat dibutuhkan demi menjaga keseimbangan dalam kehidupan bermasyarakat. Beliau menganalogikan moderasi beragama seperti orang yang berada di tengah.
Dia tidak akan mudah terpengaruh meski kanan-kirinya mempengaruhinya. Moderasi beragama adalah cara pandang kita dalam beragama secara moderat (wasath), yakni memahami dan mengamalkan ajaran agama dengan tidak ekstrim, baik ekstrim kanan (radikal), maupun ekstrim kiri (liberal).
Hal ini dilakukan agar keberagaman agama tidak menjadi sebab retaknya kerukunan dan kedamaian hidup bermasyarakat diantara umat beragama.
Para peserta tidak hanya mendapatkan ilmu yang bermanfaat dari narasumber, tapi juga mendapatkan e-sertifikat.
Para panitia webinar yang selaku Mahasiswa Tim KKN 71 UIN Walisongo Semarang juga berpartisipasi aktif dalam webinar ini.
Diharapkan dengan diselenggarakannya webinar ini dapat memberikan ilmu yang bermanfaat untuk para generasi milenial, khususnya peserta webinar. (WN)