Komisi VIII DPR minta sosialisasi COVID-19 libatkan tokoh agama

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Hasan Syadzily (Ist)

JAKARTA, Warta Nasional – Komisi VIII DPR meminta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)/Satuan Tugas Penanganan COVID-19 melibatkan tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk menyosialisasikan adaptasi kebiasaan baru di tengah pandemi COVID-19.

Ace mengatakan mulai ada kecenderungan masyarakat semakin apatis terhadap COVID-19. Politikus Partai Golkar itu menduga masyarakat sudah mulai bosan dengan suasana pandemi.

Karena itu, Komisi VIII DPR meminta BNPB/Satuan Tugas Penanganan COVID-19 untuk terus mengingatkan masyarakat, termasuk dengan melibatkan tokoh agama dan tokoh masyarakat dari berbagai kalangan. “Tentu harus dikembalikan kepada kita sendiri. Mitigasi dan pencegahan penularan COVID-19 lebih penting daripada penanganan kesehatan,” tuturnya.

Anggota Komisi VIII DPR dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Ali Taher mengatakan pelibatan tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh-tokoh organisasi masyarakat sangat penting dalam sosialisasi COVID-19. “Ujung akhir masyarakat sipil adalah organisasi kemasyarakatan. Karena itu, perlu dilibatkan untuk sosialisasi,” katanya.

Sosialisasi tentang COVID-19, protokol kesehatan, dan adaptasi kebiasaan baru juga bisa dilakukan melalui khatib Shalat Jumat, penceramah atau ustadz.

Kepala BNPB/Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Doni Monardo mengatakan, pihaknya sudah melibatkan para tokoh agama dan tokoh masyarakat dalam menyosialisasikan tentang pandemi COVID-19. “Kami undang sejumlah tokoh agama untuk berdiskusi yang kemudian menjadi bagian dalam kampanye. Dengan Majelis Ulama Indonesia juga sudah ada kerja sama untuk menyosialisasikan perubahan perilaku,” jelasnya, dihimpun¬†Antara.

2 thoughts on “Komisi VIII DPR minta sosialisasi COVID-19 libatkan tokoh agama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *