BERBAGI
Infrastruktur layanan 5G hadir di Kota Semarang
Salah satu infrastruktur layanan 5G di Indonesia ada di Kota Semarang/Warta Nasional- Ambar Adi Winarso

JAKARTA, Warta Nasional – Layanan 5G Indonesia hadir di 13 wilayah sampai tahun 2024 sedang dipersiapkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Layanan 5G hadir pada 13 lokasi yang nantinya sudah bisa menikmati penggelaran infrastruktur nirkabel 5G di wilayah Indonesia.

Saat ini Kemenkominfo sedang menyiapkan aturan tambahan mengenai pengelolaan jaringan layanan 5G termasuk regulasi dan infrastruktur.

13 wilayah yakni 6 ibu kota provinsi di Pulau Jawa, lima destinasi wisata superprioritas, Ibu Kota Negara, dan satu industri manufaktur.

Melansir laman Indonesia.go.id rencana penggelaran 5G di 13 lokasi  berdasarkan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika nomor 2/2021 tentang Rencana Strategis Kementerian Kominfo.

Pemerintah akan fokus memfasilitasi pergelaran infrastruktur dan jaringan 5G di 13 lokasi hingga sampai tahun 2024.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate menjelaskan implementasi tahap awal jaringan 5G tengah menyiapkan aturan tambahan mengenai pengelolaan jaringan 5G.

Aturan tambahan ini memuat lima aspek yaitu, regulasi, spektrum frekuensi radio, model bisnis, infrastruktur, dan ekosistem, perangkat, dan talenta digital.

“Pergelaran secara bertahap dan pada tahap awal bersifat terbatas pada sejumlah titik sampai 2024,” katanya.

5G Kabar Baik Buat Operator

Tahun ini, Kominfo itu menyiapkan roadmap 5G nasional. Tahun berikutnya, menyiapkan regulasi atau kebijakan, serta percepatan 5G.

Pada 2023, menyiapkan 11 lokasi dan setahun kemudian menjadi total 13 lokasi.

“Mulai sekarang, operator perlu mulai menghitung monetisasi dari investasi sehingga dapat memilih wilayah dengan profil lalu lintas data yang tinggi, atau yang nyaris menyentuh kapasitas maksimumnya dengan jaringan 4G,” katanya.

Pemilihan lokasi enam ibu kota provinsi di Pulau Jawa sebagai pilot project pada tahap awal implementasi 5G.

Sebab enam lokasi tersebut masih feasible. Baik dari sisi potensi pasar maupun dukungan infrastruktur.

Kominfo berharap setelah tergelar 5G di 13 lokasi, dalam waktu dekat layanan akan perluas sesuai pertumbuhan permintaan di lokasi lain.

Rencana keluarnya payung hukum implementasi generasi 5 itu pun disambut kalangan pelaku bisnis.

Rencana itu menjadi angin segar bagi operator untuk mempercepat pembangunan serat optik sehingga peralihan 5G tidak perlu waktu lama.

Namun begitu, masih menjadi pekerjaan rumah menuju penggelaran infrastruktur 5G yakni alokasi spektrum frekuensi minimal 100 MHz. ***

Editor: Ambar Adi Winarso