BERBAGI

TEMANGGUNG, Warta Nasional –Mahasiswa UIN Walisongo Semarang tengah mengadakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Dusun Semondo, Desa Mondoretno, Kecamatan Bulu, Kabupaten Temanggung sejak 6 Oktober 2020 lalu. Setelah hampir setengah bulan melakukan kegiatan berupa pendampingan bimbingan belajar kepada siswa SD dan SMP, mahasiswa turut prihatin dengan diberlakukannya sekolah dari rumah oleh pemerintah sejak adanya pandemi.

Pandemi yang melanda dunia telah mempengaruhi berbagai bidang termasuk bidang pendidikan di Indonesia. Sejak awal pemerintah dinilai gamang dan terkesan lama dengan kebijakan yang telah ditetapkan berkaitan dengan kegiatan belajar mengajar siswa. Pada awalnya kegiatan belajar mengajar diliburkan sambil menunggu keputusan terbaik skema belajar yang aman bagi siswa. Sektor pendidikan dinilai sebagai ladang kering yang tidak menimbulkan dampak ekonomi yang tinggi namun rawan penyebaran.

Cukup lama menanti, kepastian baru didapat pada tanggal 18 Mei 2020. Surat edaran terkait pedoman penyelenggaraan belajar dari rumah dalam masa darurat corona virus disease (Covid-19) terbit. Para orang tua harus dihadapkan dengan skenario sekolah daring atau learn from home yang mulai diberlakukan. Siswa tidak harus datang ke sekolah dan bertatap muka dengan guru di kelas untuk melakukan kegiatan belajar. Siswa cukup berada di rumah dan mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru lewat aplikasi Whats App, E-learning, maupun aplikasi penunjang lain.

Hal ini tentu menuai pro dan kontra terkait kesiapan dan fasilitas penunjang kegiatan pembelajaran jarak jauh yang pemerintah terapkan. Sudah memasuki bulan Oktober, kebijakan yang diterapkan sejak awal tahun telah bergeser. Banyak daerah mulai membuat kebijakan dan peraturan sendiri, murid sudah bisa datang ke sekolah guna mengumpulkan tugas dan mengambil tugas saja. Bahkan secara bergiliran siswa SD dan MI di Dusun Semondo datang ke sekolah sebanyak 2 kali dalam seminggu untuk mengumpulkan tugas.

Tim KKN RDR Kelompok 127 Temanggung melaksanakan pendampingan bimbingan belajar terhadap siswa SD dan SMP di Dusun Semondo, merasa ikut prihatin melihat kegiatan belajar siswa di rumah.

“Saya ikut kasian karena learn from home khususunya bagi siswa SD itu sangat sulit, tidak semua materi mampu dipahami, perlu adanya fasilitator yang baik dalam pendampingan proses pembelajaran.” ujar Alfian Johan, Ketua Koordinator Kelompok 127.

Selain karena sulitanya penyerapan materi oleh siswa serta kesulitan akses internet, belajar di rumah harus mendapatkan pendampingan yang baik dari orang disekitarnya. Hal ini pula yang dilakukan oleh anggota KKN RDR 75 UIN Walisongo Semarang di Temanggung. Alih-alih memberitahu jawaban yang benar, mahasiswa ikut memberikan materi sebagai penunjang teoritis siswa.

“Mereka kebanyakan tidak membuka buku teori dan langsung mengerjakan saja. Padahal materi bagian penting dalam pembelajaran” tambahnya. Kegiatan pendampingan belajar yang dilakukan oleh mahasiswa KKN RDR 75 UIN Walisongo Semarang diharapkan dapat mengurangi beban orang tua yang tidak mampu mendampingi putra-putrinya belajar dari rumah.

“Terbantu, karena tidak semua orang tua mampu dan punya waktu mendampingi anaknya belajar” ujar Maya, salah satu wali murid. (WN)

Penulis : Yulina (UIN Walisongo Semarang)