BERBAGI
Melakukan kegiatan virtual pendidikan agama dan dakwah yaitu berupa “Ngaji Online” dengan tema pembahasan pandangan kitab Fatul Qorib dalam penanganan jenazah Covid-19,

SEMARANG, Warta Nasional – Mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang Kelompok 40.  Melakukan kegiatan virtual pendidikan agama dan dakwah yaitu berupa “Ngaji Online” dengan tema pembahasan pandangan kitab Fatul Qorib dalam penanganan jenazah Covid-19, Kamis 22 Oktober 2020.

Ngaji online yang berlangsung pada pukul 13.00 WIB sampai dengan 14.30 WIB ini sebagai inovasi dan kreativitas baru dari kelompok 40 KKN Reguler dari Rumah (R DR) angkatan 75 agar tetap bisa bertatap muka, belajar dan berdiskusi bersama mengupas tuntas materi kajian meskipun via virtual. Ngaji online ini disiarkan secara langsung melalui zoom dan live streaming FB pada akun KKN kelompok 40.

Akhmad Saiful Anwar selaku koordinator kelompok 40 mengatakan, Tujuan diadakannya Ngaji online ini sebagai salah satu media dalam berdakwah, terlebih dimasa pandemi ini dakwah secara virtual adalah salah satu cara efektif untuk menarik minat maudu’. Dirinya dan panita ngaji online juga sangat berterimakasih kepada Gus Mumtaz Al Mukaffa Ayatullah St, MM.  telah menyempatkan waktu dan bersedia mengisi Ngaji Online ini, tak lupa kepada seluruh partisipan yang berkenan hadir bersama-sama menyerap Ilmu dari beliau.

“Saya ucapkan banyak terikasih kepada Gus Mumtaz Al Mukaffa Ayatullah St, MM.  atas ilmunya dan kepada teman-teman santri Ponpes An Nur Karanganyar Tugu Semarang yang turut berpartisipasi dalam agenda ngaji online ini serta tak lupa kepada seluruh audiens yang menyaksikan via zoom maupun siaran langsung  melalui Facebook. Semoga apa yang kita lakukan dalam kegiatan Ngaji Online terhitung sebagai amal ibadah yang tidak akan putus sampai di akhirat nanti. Allahumma Aamiin.” ujarnya

Gus Mumtaz Al Mukaffa Ayatullah St, MM. Menjelaskan bahwa kegiatan ngaji online ini memang efektif digunakan sebagai salah satu media belajar di masa pandemi seperti sekarang ini. “Meskipun pandemi masih terus berlangsung kita harus tetap semangat menuntut ilmu, belajar dan berdiskusi. Semoga apa yang kita pelajari pada Siang ini dapat  diamalkan kedepannya.”

Ngaji Online kali ini bertemakan “Bagaimana Pandangan Kitab Fathul Qarib dalam Penanganan Jenazah Covid 19″ Pembahasan kali ini cukup menarik karena pada akhir akhir ini banyak masyarakat yang masih belum paham bagaimana penanganan jenazah Covid 19 sendiri. Gus Mumtaz Al Mukaffa Ayatullah St, MM.

Ia mengatakan bahwa hukum penanganan jenazah adalah fardhu kifayah, artinya jika ada suatu kaum yang sudah melaksanakan penangangan jenazah tersebut, maka satu kaum tersebut tidak berdosa atau sudah gugur kewajibannya. Tapi sebaliknya jika di suatu kaum belum ada yang melaksanakannya, maka satu kaum itu semua berdosa. Saya harap setelah mendapat ilmu fikih sholat mengenai penanganan jenazah Covid 19 semua Audiens dalam agenda ngaji online ini dapat mengimplementasikannya dalam kehidupan. ” Begitulah pesan yang beliau sampaikan.

Saeful Aflachi alumni UIN Walisongo dan alumni pondok pesantren An Nur ketika dihubungi selepas acara menuturkan “Saya sangat tertarik pada tema pembahasan mengenai Fikih sholat terutama penanganan jenazah Covid 19 ini, karena ini merupakan salah satu yang menarik dan belum ada yang mengaitkan antara suatu kejadian dengan mengambil kitab sebagai pandangannya.” Kemudian Saeful menambahkan “Kajian yang disampaikan oleh Gus Mumtaz Al Mukaffa Ayatullah St, MM.

“Sangat jelas dan memahamkan. Saya mendapat ilmu banyak dari Ngaji Online siang ini. Saya berharap Kajian ini bisa menjadi kajian rutinan selama masa KKN UIN Walisongo kelompok 40 agar bisa mendapatkan ilmu baru lagi dan mengobati rasa rindu ketika ngaji di pondok pesantren An Nur dulu.” ujarnya

Kegiatan ngaji virtual ini mendapat respon positif dari masyarakat umum utamanya kaum muda dan mahasiswa. Hal ini terlihat dari banyaknya audiens yang bertanya ketika dibuka sesi tanya dan jawab. Namun karena waktu yang terbatas hanya dipilih empat pertanyaan saja. (WN)