Mahasiswa UIN Walisongo Semarang Latih Warga Buat Masker

Mahasiswa UIN Walisongo Semarang dan warga Ikuti pelatihan membuat masker

GENUK, Warta Nasional – Dampak pandemi Covid-19  tidak berimbas pada tingkat kesehatan masyarakat, namun juga mempengaruhi menurunnya nilai pendapatan ekonomi mereka, sehingga banyak masyarakat sulit untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Salah satu cara untuk meningkatkan ekonomi di masa pandemi  ini yakni dengan memberikan pelatihan dan keterampilan khususnya kepada para  Remaja Karang Taruna dengan memberikan pelatihan membuat masker kain. Mahasiswa Kelompok KKN Reguler DR Angkatan 75 UIN Walisongo Semarang Kelompok 55 menggelar pelatihan pembuatan 200 masker kain yang dilakukan bersama dengan Pemuda Karang Taruna di Kelurahan Bangetayu.

Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 10 Oktober 2020 Pada Pukul 10.30 WIB

Di kediaman Ayu Candra selaku salah satu Anggota KKN Reguler DR Angkatan 75 Kelompok 55.  Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan sesuai dengan aturan protokol kesehatan, yakni peserta diwajibkan memakai masker. Jumlah peserta yang mengikuti pelatihan berjumlah 16 orang. Dimana 11 nya adalah anggota kelompok KKN RDR 75 Kelompok 55, dan 6 lainnya adalah Anggota Remaja Karang Taruna Kelurahan Bangetayu.

Sebagian besar peserta menyatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat, karena selain menambah wawasan dan ilmu pengetahuan, kegiatan ini juga bisa bermanfaat buat membantu kegiatan ekonomi.

Salah satu peserta pelatihan, Aldi menagatakan, tersebut juga merasa pelatihan telah berlangsung sangat puas, efektif dan kondusif.

Mahasiswa UIN Walisongo, Candra mengatakan, bahwasanya peserta cukup antusias dalam mengikuti pelatihan pembuatan masker ini.

“Kami semua berharap setelah menyelesaikan pelatihan disini para Remaja Karang Taruna Kelurahan Bangetayu sudah terampil dalam membuat masker sendiri,” imbuh Ayu Candra.

Adapun bahan yang dipakai, bisa di dapatkan semuanya dengan  mudah di toko kain yang mana diantaranya adalah kain motif atau polos tinggal menyesuaikan kebutuhan dan keinginan.

“Karet pengait masker dan benang. Cukup ekonomis bukan, pungkasnya. (WN)

Pewarta : Ayu Candra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *