Manfaatkan New Media, 12 Mahasiswa KPI Lulus KKN Pengakuan

Suasana Seminar Hasil KKN pengakuan di Rumah Jurnal LP2M UIN Walisongo Semarang (Foto: Dok Pribadi)

SEMARANG, Warta Nasional – Sebanyak 12 mahasiswa jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Walisongo Semarang dinyatakan lulus Kuliah Kerja Nyata (KKN) basis pengakuan dengan memanfaatkan penggunaan new media di tengah pandemi.

Hasil tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Pusat Pengabdian Masyarakat (LP2M) M Rikza Chamami dalam seminar hasil KKN di Rumah Jurnal LP2M, Rabu (30/9).

“Kami bangga dengan karya yang dihasilkan oleh mahasiswa KKN Pengakuan. Meski alat yang dimiliki sederhana namun karyanya luar biasa” kata Rikza Chamami.

Rikza menilai konten dan hasil kreativitas mahasiswa KKN tidak kalah dengan edukasi Islam yang ada di televisi.

“KKN ini dalam dua periode, yakni selama bulan ramadan penuh dengan kegiatan Gema Ramadhan dan dua minggu di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) TV,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua kelompok KKN Pengakuan Muhammad Ervan Ardiansyah menuturkan pentingnya mengaplikasikan teori selama kuliah pada pengabdian masyarakat secara nyata. Alasan ini kemudian membuatnya mengangkat tema “Implementasi Kreativitas Dakwah New Media Melalui Tayangan Islami kepada Masyarakat di Tengah Pandemi Covid 19” dalam KKN Pengakuan ini.

“Sebagai anak komunikasi yang telah akrab dengan new media sudah sepantasnya memanfaatkan new media dalam menyiarkan edukasi islami, terlebih pada masa pandemi seperti sekarang” ungkapnya.

Beberapa konten edukasi Islami yang dihasilkan yakni Great Spirit Ramadan yang berisi ceramah dan siraman rohani dari para dosen, Story of Ramadan yang berisi tips-tips menjalankan puasa ditengah pandemi covid 19, Tadarus Al-Quran yang melibatkan dosen dan mahasiswa, dan Khatmil Qur’an yang dilaksanakan seminggu sekali secara live streaming.

Tidak sampai disitu, produk Iklan Layanan Masyarakat (ILM) berbasis TV dan Radio juga menjadi salah satu produk yang dihasilkan. ILM tersebut mengangkat beberapa tema seperti toleransi, mubazir makanan, menghargai pendapat dan menghormati guru. (WN-003)

Editor: Dian Nafiatul

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *