Meditasi Itu Cuma Merem Ambil Nafas Aja Ya ?

Hikmatul Maulida Stany

Oleh : Hikmatul Maulida Stany

Pandemi covid-19 membuat aktivitas kita menjadi terbatas. Hampir tujuh bulan kita  melakukan work from home ataupun study from home. Tidak sedikit dari kita yang merasakan jenuh, tertekan bahkan terkungkung. Terlebih, banyak pemberitaan-pemberitaan negatif dan cenderung tidak benar yang dapat membuat kita merasa cemas yang berlebihan.

Hal-hal tersebut akhirnya menimbulkan permasalahan baru yakni kesehatan mental. World Health Organization (WHO) menjelaskan bahwa “health as a state of complete physical, mental and social well-being and not merely the absence of disease or infirmity”. Artinya kita tidak dapat menyepelekan kesehatan mental, karena manusia yang sehat terdiri dari tubuh, mental dan kondisi lingkungan yang sehat. Salah satu cara untuk menjaga kesehatan mental adalah dengan melakukan meditasi. Lalu, apa yang dimaksud meditasi ?

Dalam kamus besar Bahasa Indonesia, meditasi diartikan sebagai kegiatan memusatkan pikiran dan perasaan untuk mencapai sesuatu. Banyak orang yang mengira kegiatan meditasi hanya dilakukan dengan cara duduk nyaman lalu mengatur pernafasan. Padahal ada beberapa kegiatan yang termasuk meditasi, diantaranya :

  1. Melakukan perjalanan

Di tengah situasi seperti ini tidak perlu melakukan perjalanan jauh. Cukup berjalan-jalan di sekitar rumah dan pilihlah waktu di pagi hari. Selain udaranya masih segar, orang-orang pun masih jarang yang berlalu lalang. Berjalanlah perlahan, sambil mengatur pernafasan, mulailah menyelami diri sendiri dan jujurlah pada diri sendiri apa hal yang membuatmu tidak nyaman, lalu berdamailah dengan hal tersebut.

  1. Latihan yoga

Untuk pemula, cukup berlatih yoga secara sederhana namun diharapkan mendetail. Dalam latihan ini, selain mengharuskan kita mengatur pernafasan, kita juga dituntun untuk merasakan setiap gerakan yang ada di tubuh kita, bagaimana kuatnya tulang belakang kita hingga seberapa panas ataupun sejuknya tubuh kita ketika bergerak.

  1. Berjalan mengikuti pola

Pola yang digunakan dalam hal ini merupakan pola garis lurus. Latihan berjalan dengan mengikuti pola ini bertujuan melatih keseimbangan tubuh dan konsentrasi. Sehingga hasil akhirnya, kita dapat fokus pada apa yang sedang kita kerjakan dan ketika kita diberi rangsangan maka tubuh kita dapat meresponnya dengan cepat.

Adapun manfaat yang kita dapat setelah melakukan meditasi adalah :

  1. Mengurangi stress

Salah satu tanda kita mengalami stress adalah meningkatnya denyut nadi dan pernapasan menjadi berat bahkan di beberapa kasus dapat menyebabkan sesak. Oleh karena itu, dengan melakukan latihan pernapasan melalui meditasi dapat membuat tubuh kita menjadi lebih relaks.

  1. Mengontrol kecemasan

Selain melakukan latihan pernapasan, dalam meditasi pun kita diajak untuk berkonsentrasi merasakan diri kita sendiri, termasuk merasakan hal-hal yang membuat kita tidak nyaman. Hal tersebut membuat kita dapat mengendalikan pikiran kita dengan cara berdamai dengan ketidaknyamanan tersebut. Setelah berdamai, kita dapat mencari solusi yang tepat untuk mengatasi ketidaknyamanan itu.

  1. Meningkatkan kualitas tidur

Selain mengurangi stress bermeditasi juga dapat membuat kualitas tidur kita menjadi lebih baik. Hal ini dikarenakan pada saat kita bermeditasi, detak jantung dan tekanan darah menurun sedangkan hormon melatonin serotonin meningkat, sehingga tubuh akan menjadi lebih relaks dan nyaman untuk tidur.

  1. Meningkatkan konsentrasi

Dengan rajin bermeditasi selain kecemasan berkurang, kita juga dapat lebih berkonsentrasi pada kegiatan yang sedang dilakukan. Hal ini dikarenakan otak kita sudah terbiasa untuk mengenali hal-hal yang membuat tubuh kita tidak nyaman dan mengesampingkan hal tersebut.

  1. Memberikan ketenangan batin

Dalam bermeditasi kita dituntun untuk mengenali diri kita sendiri, dengan hal tersebut kita dapat dengan mudah mengetahui apa yang sebenarnya diri kita sukai dan tidak sukai. Sehingga kita dapat lebih tenang karena kita telah mempersiapkan diri jauh lebih matang sebelumnya dan mengurangi terjadinya panic attack.

Saya sendiri baru rajin untuk bermeditasi sekitar akhir bulan Maret, hal ini dikarenakan banyaknya tekanan dari lingkungan. Pasalnya, hampir semua rencana yang telah dibuat terpaksa ditunda atau bahkan dibatalkan. Dengan melakukan meditasi ini saya sedikit demi sedikit mulai mengenal diri saya sendiri, bahkan lebih berani untuk menolak terhadap sesuatu yang tidak saya sukai. Saya semakin sadar bahwa ada beberapa hal yang tidak dapat saya kendalikan, dan daripada saya berlarut-larut dalam rasa kecewa saya harus dapat fokus pada apa yang dapat saya lakukan saat ini.

Bagi kalian yang baru akan mencoba untuk bermeditasi, kalian dapat mencoba meditasi sederhana. Caranya pilihlah tempat dan pakaian yang nyaman, usahakan tempat kalian hening, lalu pejamkan mata dan aturlah pernapasan kalian, setelah merasa tenang coba kalian mengevaluasi kegiatan kalian cukup satu hari saja, kemudian maafkanlah jika kalian melakukan kesalahan, berterima kasihlah jika kalian melakukan sebuah pencapaian sekecil apapun itu dan terakhir berafirmasilah, cukup dengan katakan bahwa kalian kuat dengan segala kelebihan dan kekurangan kalian, kalian bisa dengan usaha kalian, dan kalian istimewa dengan apa adanya diri kalian. Jika kalian bukan orang yang betah untuk duduk berdiam diri kalian juga bisa melakukannya dengan berjalan santai di sekitar tempat tinggal kalian, suasana di pagi hari cocok untuk melakukan meditasi dengan berjalan-jalan ini.

Meditasi memang bermanfaat untuk kesehatan fisik juga kesehatan mental. Namun, yang perlu diingat adalah hanya diri kita sendiri yang mengerti keadaan kita. Jadi, jika kita telah bermeditasi dan tetap merasa stress atau bahkan tertekan, jangan segan untuk meminta bantuan orang-orang yang kita percayai.

-Penulis : Hikmatul Maulida Stany (Mahasiswi UIN Walisongo Semarang)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *