BERBAGI
Ketua MUI Jateng Ahmad Darodji (Foto: Humas Pemprov Jateng)

SEMARANG, Warta Nasional – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah mendukung pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat untuk menekan penyebaran Covid-19 di Semarang Raya, Solo Raya, dan Banyumas Raya.

Ketua MUI Jateng Ahmad Darodji pun tidak mempermasalahkan pembatasan jumlah jemaah masjid hingga 50 persen dari total jemaah. Dikatakannya melalui via telepon Kamis (7/1/2021).

“Kami setuju sekali dengan pelaksanaan pembatasan kegiatan, karena memang  (penyebaran virus Corona) tidak bisa diprediksi. Awalnya kita sudah merasa aman, namun meningkat lagi dan ada varian (Covid-19) baru. Kami setuju dengan itu dan dengan saksi tegas,” ucap Darodji.

Menurutnya, umat Islam di Jawa Tengah juga tidak mempermasalahkan pembatasan kuota jemaah hingga 50 persen. Karena, mereka sudah banyak yang menyesuaikan tata cara ibadah berjemaah, sejak munculnya wabah Covid-19 menyerang di media 2020.

Dikatakan Darodji, takmir masjid juga sudah melaksanakan anjuran jaga jarak, memakai masker dan cuci tangan.

“Salat berjemaah, kebanyakan masjid sudah menyesuaikan. Sudah memberikan tanda, dimana jemaah berdiri. Di Masjid Baiturahman bahkan tidak ada 50 persen, hanya sekitar 30 persen (jumlah jemaah). Begitu juga Masjid Agung. Hal itu tak membuat gejolak,” ujar MUI Jateng.

Ditambahkan, MUI Jateng akan melakukan imbauan dan sosialisasi, untuk menyegarkan ingatan umat Islam terkait pembatasan sosial. Pihaknya juga akan menggandeng Kantor Urusan Agama (KUA) di pelosok daerah untuk mengingatkan terkait protokol kesehatan dalam berjemaah.

“Yang di kampung-kampung, kita akan minta Kepala KUA di kecamatan, agar bisa berikan pendampingan di wilayahnya. KUA kan tugasnya sekecamatan, jadi tahu ada berapa masjid di kecamatan. Jadi lebih intensif,” jelas Daroji