BERBAGI
Operasi 6 Bulan Kejahatan Narkoba, Polri Tangkap 24 Ribu Tersangka Senilai Rp.11 Triliun
Operasi 6 Bulan Kejahatan Narkoba, Polri Tangkap 24 Ribu Tersangka Senilai Rp.11 Triliun/Ambar Adi Winasro-Dok. Humas Polda Jateng

WARTA NASIONAL – Operasi narkoba Polri selama 6 Bulan, telah tangkap 24 Ribu tersangka dengan barang bukti senilai Rp.11 Triliun.

Kejahatan narkoba berhasil diungkap oleh Polri selama enam bulan dari Januari hingga Juni 2021.

Ribuan tersangka ditangkap dengan nilai barang bukti ada puluhan triliun.

Kurun waktu enam bulan itu, berhasil 19.226 kasus terungkap kasus penyalahgunaan narkoba dengan mengamankan 24.878 tersangka.

Selama operasi tersebut Polri juga meperoleh barang bukti sabu-sabu seberat 7.696 kilogram, ganja 2.100 kilogram, heroin 7,3 kilogram, tembakau gorila 34,3 kilogram, dan ekstasi 239.277 butir.

Nilainya juga fantastis, barang bukti yang diamankan dalam pengungkapan kasus tersebut apabila dikonversikan bernilai Rp.11,66 triliun.

Hal itu dipaparkan oleh Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu, 16 Juni 2021.

“Nilai barang bukti yang diamankan senilai Rp11,66 triliun dan menyelamatkan 39,24 juta jiwa dari penyalahgunaan narkoba,” kata Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, dalam rilsi resminya.

Kapolri memaparkan berbagai modus operandi narkoba di Indonesia seperti disamarkan atau dibungkus dalam berbagai barang yang diimpor ke Indonesia.

Selain itu, modus pengiriman juga melalui metode ship to ship atau penyelundupan antarkapal melalui pelabuhan tikus.

Dia menjelaskan, masuknya narkoba ke Indonesia tidak terlepas dari pengaruh sindikat narkoba internasional, yaitu Sindikat “Golden Triangle”, Sindikat “Golden Crescent”, dan Sindikat Indonesia-Belanda.

“Penegakan hukum terhadap peredaran narkoba akan terus kami lakukan sebagai upaya pemberantasan dari hulu namun ke depan Polri akan mengupayakan dengan kegiatan Kampung Tangguh Narkoba,” katanya.

Sigit mengatakan dengan pembentukan Kampung Tangguh Narkoba agar masyarakat memiliki daya cegah, daya tangkal, dan perang terhadap penyalahgunaan narkoba di tingkat kampung.

Dia berharap setelah masyarakat memiliki daya cegah dan daya tangkal, maka masyarakat akan lebih berani dalam melaporkan informasi terkait peredaran narkoba. ***

Editor: Ambar Adi Winarso