BERBAGI
Bimbingan teknis (bimtek) sekaligus sertifikasi bagi 30 mekanik, di Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Sinar Nusantara Group, Senin 5 April 2021./Dok. Pemkot Semarang

SEMARANG, Warta Nasional – Dinas Perindustrian (Disperin) Kota Semarang mendorong para usaha otomotif untuk mengantongi sertifikat keahlian.

Sertifikasi tersebut nantinya bisa digunakan sebagai bukti pengakuan kemampuan agar para pengguna jasa lebih mempercayai pelayanannya.

Kepala Disperin Kota Semarang, Mustohar mengatakan, masih banyak para pelaku usaha otomotif yang belum memiliki sertifikat keahlian.

Maka dari itu, pihaknya mendorong pelaku untuk segera mengikuti sertifikasi keahlian agar pengguna jasa lebih mempercayai pelayanannya dengan menggelar bimbingan teknis (bimtek) sekaligus sertifikasi bagi 30 mekanik, di Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Sinar Nusantara Group, Senin 5 April 2021.

Diakuinya, belum seluruh pelaku usaha otomotif melek terhadap sertifikasi.

Baca Juga: Cashback 60 Persen ShopeePay Belanja di Tiga Pusat UKM Semarang

Pemerintah Kota Semarang sendiri belum bisa memfasilitasi bimtek sekaligus sertifikasi bagi seluruh pelaku usaha otomotif dikarenakan anggaran yang terbatas.

Dia juga berharap bimtek sekaligus sertifikasi ini dapat dilaksanakan setidaknya satu kali dalam setahun.

“Kami menumbuhkan bagaimana masyarakat melek terhadap sertifikasi. Kalau mereka sudah paham bahwa ini penting tentu program seperti ini tidak hanya dari APBD melainkan bisa dari pihak swasta,” papar Mustohar.

Dia melanjutkan, pendataan para pelaku usaha otomotif di Kota Semarang kini mulai dilakukan oleh Dinas Perindustrian.

Baca Juga: Presiden Berharap Media Kepenyiaran Semakin Berkualitas dan Mencerdaskan

Pendataan itu dilakukan untuk mengetahui berapa persen pelaku usaha otomotif yang telah mengantongi sertifikat maupun sebaliknya.

Menurutnya, di era revolusi industri sertifikasi sangat penting agar para pengusaha otomotif mengeksplor potensi diri secara maksimal. Semisal, penawaran jasa bisa membuka komunikasi secara digital.

“Bisa membuka bengkel online atau menerima panggilan karena sekarang orang cenderung dimanja oleh teknologi. Teknologi ini meningkarkan dan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat,” jelasnya. (WN)