BERBAGI
Virus Covid-19 (Foto: Humas Pemkab Magelang)

MAGELANG, Warta Nasional – Jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Magelang, hingga Minggu 17 Januari 2021 masih tinggi. Terkait hal tersebut, semua pihak diminta semakin waspada dan meningkatkan kedisiplinan menerapkan protokol kesehatan.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Magelang, Nanda Cahyadi Pribadi mengatakan dengan masih adanya pasien yang meninggal hingga saat ini, dibutuhkan kewaspadaan semua pihak untuk lebih memperhatikan dan menegakkan protokol kesehatan.

“Kabupaten Magelang, saat ini memang tidak ikut melaksanakan PPKM (Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat), namun demi menekan penyebaran covid-19, kami tetap akan mengintensifkan operasi yustisi oleh Satpol PP, Kepolisian dan TNI,” kata Nanda.

Pada hari ini, ada tambahan satu pasien terkonfirmasi meninggal dari Kecamatan Salaman. Namun, juga ada tambahan 44 pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh. Sebanyak 14 diantaranya berasal dari Kecamatan Ngablak. Kemudian 12 dari Dukun; Salam 6 orang; Mungkid dan Candimulyo, masing-masing 5 orang.

“Selain itu juga ada satu orang tersebar di Salaman dan Mertoyudan,” kata Nanda.

Hari ini juga ada tambahan 70 pasien terkonfirmasi baru. Sebanyak 14 orang diantaranya dari Mungkid; Secang 9 orang; Srumbung 8 orang; Mertoyudan 7 orang; Grabag 6 orang; Muntilan 4 orang; dan Tempuran serta Candimulyo masing-masing 3 orang. Selain itu, juga ada dua orang tersebar di Kajoran, Salaman, Salam, Ngablak, Pakis dan Bandongan. Kemudian satu orang di Borobudur, Windusari, Sawangan dan Dukun.

“Dengan demikian, jumlah kumulatifnya menjadi 7.140 orang. Rinciannya 1.464 dalam penyembuhan, 5.500 sembuh dan 176 meninggal,” ungkap Nanda.

Pasien suspek, saat ini ada tambahan 24 orang. Namun ada tambahan 8 orang yang sembuh dan 19 alih status menjadi terkonfirmasi.

“Dari tambahan itu, jumlah kumulatif pasien suspek kini menjadi 1.228 orang. Rinciannya, 57 dirawat, 1.046 sembuh, 22 menjalani isolasi mandiri dan 102 dinyatakan selesai menjalani isolasia mandiri,” pungkas Nanda.