BERBAGI
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Magelang, Nanda Cahyadi Pribadi, saat konferensi pers penanganan Covid-19, di ruang Command Center, Jumat (19/2/2021)/Dok/Humas Pemprov Jateng/

MUNGKID, Warta Nasional – Upaya untuk menekan penyebaran infeksi virus Covid-19, Pemerintah desa di Kabupaten Magelang didorong untuk menyiapkan tempat isolasi terpusat. Tempat tersebut akan digunakan khusus bagi orang yang terinfeksi Covid-19 dengan gejala ringan maupun tanpa gejala.

Hal tersebut disampaikan oleh Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Magelang, Nanda Cahyadi Pribadi, pada konferensi pers penanganan Covid-19,  di ruang Command Center, Jumat 19 Februari 2021.

Menurut Nanda, kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro, untuk memutus rantai penularan pada mereka yang rumahnya tidak memenuhi syarat untuk tempat isolasi. Sementara, anggaran operasionalnya diambilkan dari dana desa masing-masing.

“Saat ini kami sudah minta pemerintah kecamatan, untuk menyampaikan hal ini ke desa-desa,” tutur Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Magelang.

Disampaikan, sejak PPKM Mikro dilaksanakan 9 Februari lalu, angka penambahan pasien terkonfirmasi baru turun. Sebelum PPKM Mikro, jumlah pasien Covid-19 yang masih dalam penyembuhan mencapai lebih dari 300 orang, kini sudah berkurang.

Tak hanya itu, angka kesembuhannya juga meningkat. Bahkan di Jawa Tengah, angka kesembuhan Kabupaten Magelang, masuk tiga besar, di bawah Kabupaten Blora dan Temanggung.

“Angka kematiannya juga nomor empat terendah di bawah Kota Salatiga, Purworejo, dan Cilacap,” jelas Nanda.

Sejak PPKM Mikro, imbuh Nanda, semua menjadi lebih fokus, baik dalam upaya pencegahan maupun perawatan, dan pengobatan bagi pasien positif Covid-19. Apalagi di Jawa Tengah, sebelumnya sudah ada program Jogo Tonggo. Jadi lebih sinkron dalam penangannya.

“Meski saat ini jumlah kasus di bawah 300 (orang), tapi jangan lemah. Tetap prokes diketatkan, agar kesadaran kolektif terbangun. Pandemi masih ada, kita hadapi bersama-sama dengan bersinergi dan kolaborasi dengan semua pihak,” tandas Nanda.