BERBAGI
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Yulianto Prabowo saat konferensi pers secara daring. (Foto: Humas Pemprov Jateng)

SEMARANG, Warta Nasional – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendorong warga yang mengidap Covid-19 tanpa gejala atau bergejala ringan, memanfaatkan fasilitas isolasi terpusat milik pemerintah. Sehingga, dapat mengurangi keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di rumah sakit.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Yulianto Prabowo dalam konferensi pers yang dilaksanakan secara daring Rabu 20 Januari 2021.

Ia menyebutkan, tingkat keterisian fasilitas isolasi terpusat seperti Donohudan di Boyolali dan BPSDMD di Kota Semarang masih longgar.

Yulianto mencontohkan, untuk fasilitas di Donohudan yang tersedia sekitar 800 kamar, kini hanya dihuni kurang dari 100 orang.

Oleh karenanya Yuli mengharapkan mereka yang bergejala ringan atau tanpa gejala dapat memanfaatkan fasilitas isolasi Covid-19 yang disediakan oleh pemerintah kabupaten, kota atau provinsi.

“Untuk Donohudan maupun yang di Srondol (BPSDMD) dinamis penghuninya. Kemarin pas ditinjau Pak Gubernur kan 88 orang, hari sebelumnya 325 orang. Setelah di swab evaluasi yang sembuh banyak sekali, sehingga langsung pulang. Sekarang masih longgar, silakan dimanfaatkan secara gratis,” ujar Yuli.

Dikatakan Dinkes Jateng, selama ini mereka yang mengidap Covid-19 tanpa gejala, lebih senang diisolasi di rumah. Hal itu menurutnya diperbolehkan dalam aturan.

Namun, perawatan pasien di rumah membutuhkan peraturan khusus. Di antaranya, memiliki ruang luas, agar penderita dan anggota keluarga yang sehat tak saling bersinggungan.

Yuli mengatakan, untuk mengurangi tingkat BOR rumah sakit, pihaknya akan memberlakukan isolasi pengidap Covid-19 gejala ringan, di fasilitas pemerintah. Untuk mewujudkannya, pihaknya akan merekrut tenaga keperawatan ataupun dokter untuk mengawasi isolasi tersebut.

“Saat ini kita rekrut dokter dan perawat. Kita tugaskan untuk merawat di Donohudan dan Srondol. Harapannya menurunkan hunian di rumah sakit. Saya harapkan memang isolasi kita dorong isolasi di tempat khusus, bukan isolasi di rumah,” tegas Yuli.

Berdasarkan data yang dimilikinya, hingga 19 Januari 2021, jumlah tempat tidur (TT) isolasi sebanyak 9.067 TT, terpakai 6.159 TT, dan menyisakan 2.908 TT. Sedangkan, kamar tidur ICU sebanyak 813 TT,  terpakai 514, menyisakan 299 TT.

Yuli mengatakan, sebagian kamar rawat intensif dan isolasi yang penuh berada di rumah sakit lini pertama, yang berjumlah 13 TT. Sementara, rumah sakit lini dua dan tiga cenderung longgar, karena banyak dirujuk ke rumah sakit lini satu.