BERBAGI
Foto WN - Pemilik Tanah Andar M Situmorang saat di Polrestabes Semarang.

SEMARANG, Warta Nasional – Direktur Utama PT IPU (Indo Perkasa Usahatama) yang sekarang menjadi PT Industri Usahatama yakni Soedibejo alias Kho Ing Pujiok dilaporkan oleh Andar M Situmorang ke Polrestabes Semarang, Rabu (7/12).

“Laporan itu terkait pemalsuan tanda tangan surat tanah miliknya,” kata Pemilik tanah Andar M Situmorang kepada wartawan termasuk wartanasional.com di Semarang.

Andar, mengungkapkan ia mendatangi ke SPKT Polrestabes Semarang, Pukul 10.00 WIB untuk melaporkan tindak pidana dengan pemalsuan tanda tangan surat tanah, dengan nomor laporan Rekom/25/XII/2016/SPKT/RES TBS SMG.

“Dengan adanya hal itu, saya merasa dirugikan lantaran tidak pernah menjual lahan kosong seluas 5390 meter persegi. Tanah kosong tersebut berada di Jalan Gatot Subroto Ngaliyan atau tepat dibelakang kantor PT IPU,” paparnya.

Lanjut Andar, mengatakan ia mengetahui hal itu, setelah diperiksa di Sub Dit I Polda Jateng pada Senin (5/12) kemarin. Sebab, dirinya melaporkan kasus sebelumnya kepada Polda Jateng terhadap BPN Kota Semarang pada Rabu (27/5) tahun 2015 lalu. Pada saat itu, pihaknya diberikan surat penjualan surat tanah dengan HM Nomor 1490 itu, yang disita resmi dari BPN Kota Semarang.

“Ketika saya diperiksa oleh Polda Jateng dan memberikan bukti pembayaran hak atas tanah. Ternyata tanah saya telah dijual oleh Soedibejo dengan harga Rp 13.475.000 juta. Bahkan, alamat saya juga dipalsukan dan tanda tangan saya. Jadi, seolah-olah saya itu warga Ngaliyan. Padahal saya itu tiap tahun bayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) kepada BPN Kota Semarang,” jelasnya saat ditemui di SPKT Polrestabes Semarang, Rabu (7/12).

Andar, mengatakan ia juga melaporkan BPN Kota Semarang ke Tim Saber Pungli terkait pungutan liar (pungli). Pihaknya telah membayar sejumlah Rp 962.400 untuk biaya pelayanan dan pemetaan bidang tanah. Namun, hingga sekarang belum dilakukan oleh BPN Kota Semarang.

“Saya di pungli oleh BPN Kota Semarang,  Sudah dibayar tapi tidak segera dilakukan pengukuran dan membuat patok,” jelasnya.

Andar, menjelaskan bahwa pada 12 September 1987 lalu, Andar membeli tanah HM dengan nomor 1490/Kedungpane dari Sasmini. Dalam proses pembelian tersebut, pihaknya membuat akta jual beli melalui notaris R Soelarso Tendyopanitro, SH yang berada di jalan MT Haryono No. 615 Semarang dengan Nomor : 322/14/JB/M/1987 tertanggal 12 September 1987.

Lanjut andar, namun setelah tiga tahun atau pada 22 Agustus 1990, bukti pembayaran kepengurusan balik nama dari Sasmini ke Andar Situmorang, terbitlah Sertifikat atas nama Andar Situmorang. Akan tetapi, hingga meninggalnya pemilik Notaris yakni R Soelarso, Andar tidak pernah menerima sertifikat asli atas nama dirinya.

Sementara itu, Andar juga melakukan pengecekan ke Notaris R Soalarso (alm). Namun, telah digantikan oleh Notaris Dwi Indriayarti, SH yang berada di Jalan Lampersari No. 23 Semarang pada 20 Februari 2015 dan hanya diberi foto copy sertifikat atas nama dirinya.

“Saya merasa curiga, akhirnya melakukan pengecekkan di kantor BPN Kota Semarang. Akan tetapi, pihak BPN telah mengeluarkan surat keterangan pendaftaran tanah dan dinyatakan kalau tanah seluas 5390 meter persegi dengan nomor HM 1490/Kedungpane atas nama Andar Situmorang,” jelasnya.

Kata Andar, BPN Kota Semarang menyatakan hak atas tanah tersebut telah dimatikan. Dengan alasan, ada pembatalan hak dan tanah itu dikuasai langsung oleh Negara berdasarkan SK Kakanwil BPN Provinsi Jawa Tengah tanggal 12 Agustus 1993 dengan nomor SK 550.2/609/2135/93 lihat B. 1731.

“Saya tegaskan tidak pernah melepaskan hak tanah atau mengalihkan tanahnya atau memperjualbelikan,” katanya.

Andar, menambahkan selain itu, tidak pernah menyerahkan tanahnya untuk kepentingan umum atau untuk kepentingan negara, bahkan tidak pernah memohon pembatalan hak tanahnya untuk beralih menjadi tanah negara. (WN-008)