BERBAGI

PEKALONGAN, Warta Nasional – Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, membangun kawasan wisata perairan berbasis kearifan lokal sebagai upaya mewujudkan pembangunan kawasan terpadu, terarah, dan berkelanjutan.

Kepala Bidang Permukiman Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Pekalongan, Muhammad Wisnu Nugroho di Pekalongan, Rabu (10/04/2019), mengatakan bahwa penataan dan pembangunan kawasan wisata di wilayah Kelurahan Krpayak, Kecamatan Pekalongan Utara, tersebut akan direalisasikan pada 2019.

“Saat ini, kami melakukan pematokan bidang tanah yang terdampak serta rancangan perencanaan fisik (Detail Engineering Design/DED),” katanya.

Menurut dia, pemkot telah menyiapkan anggaran sebesar Rp3,5 miliar untuk pembebasan bidang tanah dan bangunan yang nantinya akan digunakan pembangunan kawasan wisata di Kelurahan Krapyak.

“Ini adalah program kolaborasi antara Pemkot dengan Provinsi Jateng karena program ini sifatnya multiyears. Pemkot membantu pembebasan lahan sedang pemprov pada bagian konstruksinya yang dijadwalkan pada pertengahan 2019,” tuturnya

Menurut dia, semula pembangunan kawasan wisata tersebut bertujuan untuk mengendalikan banjir maupun rob di wilayak Krapyak namun akhirnya juga mengangkat potensi wisata berbasis kearifan lokal yang ada di wilayah tersebut.

DED yang dibuat Dinas Pusdataru Provinsi Jateng, kata dia, yaitu pembuatan tanggul normalisasi Kali Loji sepanjang 1,5 kilometer.

“Untuk mencegah luapan sungai, nantinya Kali Loji akan dilebarkan sekitar 25 meter. Setelah itu dipasang ‘site pile’ yang berfungsi seperti tanggul. Kemudian dari parapet kurang lebih memiliki lebar 3 meter yang didesain seperti tempat duduk, dan akan dibuat berundak.” ujarnya.

Ia mengatakan untuk kawasan permukiman, pemkot akan menyambungkan kawasan Krapyak dengan kawasan heritage di Jetayu melalui jembatan yang dikhususkan untuk bisa dilalui oleh sepeda dan becak.

Kemudian, kata dia, akan dibuat ikon lopis raksasa yang dirayakan setiap satu pekan setelah Lebaran sebagai ciri khas budaya yang ada di Kelurahan Krapyak.

“Kami optimistis Kota Pekalongan bisa menjadi kota wisata yang indah dan menarik untuk dikunjungi oleh para wisatawan,” pungkasnya. (Ant/WN)