BERBAGI
Hanik Humaida, berkunjung ke posko pengungsian Desa Tlogolele Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali dan posko pengungsian Desa Deyangan Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Jumat (20/11/2020). (Foto: Humas Pemprov Jateng)

MAGELANG, Warta Nasional – Wagub Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menegaskan bahwa warga yang terdampak bencana Gunung Merapi berada di posko pengungsian tersebar di tiga Kabupaten Magelang, Boyolali, dan Klaten sudah aman dan nyaman.

Selain menerapkan protocol kesehatan pencegahan Covid-19, posko pengungsian juga sudah memenuhi standar 3K yakni Keselamatan, Keamanan dan Kenyamanan.

Penegasan itu disampaikan  pada Jumat (20/11/20) lalu, saat mendampingi Kepala BNPB Doni Monardo dan Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida, berkunjung ke posko pengungsian Desa Tlogolele Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali dan posko pengungsian Desa Deyangan Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang.

Menurutnya, seluruh warga terdampak erupsi Gunung Merapi di tiga kabupaten di Jateng sudah evakuasi dan ditangani dengan baik di posko pengungsian.

Warga pun diminta tidak panik dan mengkhawatirkan harta benda, terutama hewan ternak. Karena para relawan tidak hanya hanya melindungi warga terdampak erupsi Merapi, tapi juga menyelamatkan hewan ternak.

“Kalau sudah diinstruksikan untuk mengungsi, maka warga jangan nekat bertahan. Untuk masalah hewan ternak sudah ada tim yang mengevakuasi. Pemerintah provinsi sudah memberikan kebutuhan logistik dan kebutuhan lainnya. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten bekerja sama sehingga warga di lokasi pengungsian dapat istirahat dengan tenang dan menikmati makanan sesuai selera,” katanya.

Pria yang biasa akrab disapa Gus Yasin ini juga meminta para pegiat sosial atau donatur tidak dating lansung ke lokasi pengungsian, untuk bertemu dan menyerahkan bantuan langsung kepada warga terdampak bencana Gunung Merapi.

“Para pegiat sosial, para donatur atau adik-adik mahasiswa yang saat ini mengumpulkan dana atau sumbangan, tolong dititipkan ke kecamatan, jangan langsung masuk ke pengungsian. Itu berbahaya karena berpotensi terjadi penularan Covid-19,” tandasnya (WN)