BERBAGI
Webinar Relasi Agama dan Kesehatan “Pentingnya Kesehatan Reproduksi Bagi Masa Depan Remaja (Tim KKN UIN WS/Erika Lutfi Umaroh)

SEMARANG, Warta Nasional – Mahasiswa KKN Mandiri Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang melaksanakan Webinar dengan tema “Pentingnya Kesehatan Reproduksi Bagi Masa Depan Remaja” pada senin (25/01/2021).

“Kegiatan webinar ini baik ditengah maraknya pernikahan dini yang masih cukup tinggi di indonesia, harapan dengan adanya webinar ini bisa memberikan pemahaman yang lebih matang bagi remaja dalam menjaga kesehatan reproduksi. Dalam mewujudkan kesehatan reproduksi harus didukung dengan kesehatan fisik, psikis dan sosial. Dengan adanya proses kesehatan reproduksi yang baik di harapkan agar melahirkan generasi yang berkualitas”. Ungkap Bu Masrohatun,M.Si selaku DPL

Acara webinar dibuka pada pukul 19.00 – 21.35 WIB oleh mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang, Anisa Fitri Rachela selaku moderator dari webinar ini, dan kemudian dilanjutkan dengan kata sambutan dari Bu Masrohatun, M.Si, Dosen UIN Walisongo Semarang dan juga mengundang pemateri untuk membagikan ilmunya yaitu Dr. Primananda Rahmalida. Kemudian dilanjut dengan sambutan dari Bu Masrohatun, M.Si, selaku dosen pembimbing lapangan (DPL).

Pada penyampaian materi ini dijelaskan secara runtut oleh Dr. Primananda Rahmalida mengenai kesehatan reproduksi remaja sangat penting untuk mempersiapkan masa depan yang baik. Kesehatan reproduksi adalah kesehatan secara fisik, mental dan kesejahteraan sosial secara utuh pada semua hal yang berhubungan dengan sistem dan fungsi, serta proses reproduksi.

“Saya salut dengan adik-adik KKN yang ikut serta mensosialisasikan kesehatan reproduksi ini, dalam segi persiapan panitia cukup kooperatif dan informatif kegiatan webinar pada malam ini,” pungkasnya.

Dalam segi pelaksanaan, secara keseluruhan acara berjalan cukup lancar panitia dapat mengkoordinir pelaksanaan dengan cukup baik. Peserta sangat aktif dan cukup antusias dalam mengikuti berjalannya acara.

Hanya saja jumlah peserta yang mengikuti acara di hari H jauh lebih sedikit dari yang mendaftar, perlu dilakukan evaluasi terkait keikutsertaan peserta. Karena materi sangat penting dalam kesehatan reproduksi, guna untuk mencegah penyakit melalui hubungan seksual. (WN)