BERBAGI
Acara penyerahan tersebut, diselenggarakan secara luring Jumat (15/1/2021) di Ghradika Bakti Praja dan diikuti enam perwakilan CPNS. Sementara sisanya, mengikuti upacara penyerahan lewat daring di kantor masing-masing. (Foto: Humas Pemprov Jateng)

SEMARANG, Warta Nasional – Sebanyak 1.349 orang Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemprov Jateng memperoleh SK Gubernur tentang pengangkatan CPNS Formasi 2019.

Acara penyerahan SK tersebut, diselenggarakan secara luring pada hari Jumat 15 Januari 2021 di Ghradika Bakti Praja dan diikuti enam perwakilan CPNS. Sementara sisanya, mengikuti upacara penyerahan lewat daring di kantor masing-masing.

Dalam arahannya, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menekankan agar mereka tidak korupsi, dan menyumbangkan keilmuannya untuk melayani masyarakat.

Pertama yang ditekankan Gubernur Ganjar Pranowo adalah kesetiaan terhadap Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hal itu menurutnya penting, karena abdi negara bekerja dalam lingkup NKRI dan tidak boleh serong terhadap kepentingan lain.

Gubernur juga mewanti-wanti, para abdi negara untuk mendarmakan ilmunya bagi perkembangan Pemprov Jateng. Darma bakti itu, diharapkan bermuara pada kualitas pelayanan masyarakat.

“Jangan korupsi. Pesan ini intonasinya keras. Jadi PNS bayarannya tidak besar. Kalau ingin tambahan penghasilan, tingkatkan kinerja. Kalau ingin kaya raya ya jadi pengusaha. Layani masyarakat, hidup tenang. Kalau ada PNS baru yang dimintai setoran, lapor ke gubernurnya langsung,” ujar Ganjar,

Ganjar juga berpesan, dalam pandemi Covid-19, abdi negara baru bisa menjadi contoh dalam penerapan protokol kesehatan.

Penjabat Sekda Provinsi Jawa Tengah Prasetyo Aribowo mengatakan. Dari total 1.409 formasi CPNS yang diberikan kepada Pemprov Jateng, hanya 1.349 formasi yang terisi.

“Ada 60 formasi yang kosong karena jarang lulusannya, sehingga minim pelamar. Di antaranya guru kewirausahaan dan pekerja sosial,” ucap Prasetyo.

Sekda Jateng memaparkan, untuk tahun 2019 formasi CPNS Pemprov Jateng yang dibuka adalah 551 formasi guru, 316 formasi tenaga kesehatan, dan 542 formasi teknis.

Pelamar yang mendaftar sebanyak 53.908 orang, sebanyak 49.145 orang lolos administrasi, mereka lantas menjalani ujian seleksi kompetensi dasar. Mereka kemudian tersaring menjadi 3.835 orang yang lolos ke tahap seleksi bidang.

“Ujian (bidang) kemudian dilaksanakan dengan protokol kesehatan ketat di Asrama Donohudan pada 10-16 September 2020 sebanyak 2.794 orang. Kemudian 1.041 orang melaksanakan ujian di BKN seluruh Indonesia. Yang diterima jadi CPNS sebanyak 1.349 orang,” ungkap Prasetyo.

Dari jumlah yang diterima, khusus untuk formasi perawat telah diperbantukan untuk membantu penanganan Covid-19, pada Desember 2020. Sementara formasi lainnya, baru bekerja pada Januari 2021.