BERBAGI
Pertamina EP Cepu hitung kompensasi lahan terdampak pipa bocor Sambong Blora
Pertemuan antara Pertamana EP Cepu dnegan warga lahan terdampak pipa bocor Sambong/Ambar Adi Winarso-Dok. Pertamina

BLORA, Warta Nasional – Pertamina EP Cepu Field menyatakan bertanggungjawab atas dampak kebocoran pipa dan wilayah Desa Sambong, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora.

Insiden kebocoran pipa diketahui menyebabkan lahan sawah milik warga seluas 2 hektar tercemar minyak mentah.

Kebocoran pipa terjadi Senin 12 April 2021, pada jalur pipa yang menghubungkan South Processing Unit (SPU) Nglobo menuju Main Gathering Station (MGS) Menggung.

Untuk itu, Pertamina EP Cepu Field telah merampungkan pertemuan dengan pemilik lahan sawah, guna penghitungan kompensasi lahan terdampak, pada Jumat 16 April 2021di Balai Desa Sambong.

Perwakilan Cepu Field, Ardhian Prasetyo menyampaikan bahwa pehitungan lahan terdampak tengah dilaksanakan bersama Dinas Pertanian.

Hasil perhitungan tersebut akan dijadikan dasar kompensasi warga pemilik lahan terdampak untuk segera dilakukan pemulihan lahan.

“Tim terus berupaya memulihkan lahan. Alhamdulillah upaya kami direspons baik oleh warga dan pihak terkait,” kata Ardhian, dalam rilis resminya, Sabtu 17 April 2021.

Dalam pertemuan itu, upaya Pertamina EP Cepu Field dalam penanganan dampak kebocoran pipa wilayah Desa Sambong, mendapat respon positif.

Pihaknya mengapresiasi kepada warga dan semua pihak yang turut serta membantu dalam upaya pemulihan lahan terdampak.

“Terima kasih untuk warga dan seluruh pihak yang membantu dan mendukung upaya kami,” katanya.

Pertemuan tersebut melibatkan perwakilan Cepu Field dengan warga terdampak, Dinas Lingkungan Hidup Blora, Dinas Pertanian Blora, Dinas Pelaksana BPBD Blora, Camat Sambong, Kepala Desa Sambong, Danramil dan Kapolsek Sambong.

“Terima kasih atas upaya Pertamina langsung tanggap dalam menangani kebocoran pipa sejak dari insiden terjadi hingga saat ini,” ucap Nunik Sulistiyo Herniyati, Camat Sambong.

Pihak kecamatan juga telah menugaskan perangkatnya untuk membantu penghitungan lahan yang terdampak.

“Yang terpenting, Pertamina sudah menyampaikan dalam pertemuan bahwa siap bertanggungjawab atas kejadian ini. Saya juga sudah menugaskan perangkat untuk membantu penghitungan lahan terdampak,” ucapnya.

Nunik berharap proses penggantian pipa segera dilakukan dan tidak terulang kejadian serupa.

Pertamina EP Cepu Field, merupakan salah satu lapangan yang dikelola oleh Pertamina Subholding Upstream Regional 4 Zona 11. ***

Editor: Ambar Adi Winarso