BERBAGI
Suasana Saat Wisuda Sekolah Tinggi Ilmu Agama Islam Al Anwar III Rembang, pada Minggu (06/12/2020). (Foto: Humas Pemprov Jateng)

REMBANG, Warta Nasional – Wakil Gubernur Rembang Taj Yasin Maemon berpesan kepada para wisudawan dan wisudawati, saat ini mereka berada di era puber agama. Yakni, era dimana banyak orang ingin mengetahui agama. Baik yang betul-betul tahu agama, ataupun yang tidak. Hal ini disampaikannya di Sekolah Tinggi Ilmu Agama Islam Al Anwar III Rembang, pada Minggu (06/12/2020)

Sebanyak  209 mahasiswa progran S-1 Prodi Ilmu Quran Tafsir dan Pendidikan Guru Amdrasah Ibtidaiyah yang telah  wisuda di Gedung KH Maimoen Zubair.

“Ketika puber agama, diistilahkan seperti orang yang jatuh cinta. Orang jatuh cinta itu, ada salahnya apapun, dia tidak mau melihat. Melihat orang lain benar pun, tidak akan terlihat. Sehingga kadang ini jadi rancu. Padahal di agama, kita juga dilarang untuk cinta buta,” ujarnya.

Menurut Wagub, golongan puber agama perlu diajarkan menghormati perbedaan madzab. Siapa yang mengajarkan? Dari kalangan pondok pesantren yang benar-benar mumpuni.

“Adik-adiklah yang menjadi kekuatan yang ditunggu masyarakat,” pesannya.

Di samping persoalan puber agama, ada kemiskinan, sosial, dan pengangguran yang juga menunggu kontribusi wisudawan dan wisudawati untuk diselesaikan. Setelah menyandang gelar akademik, mereka mempunyai tanggungjawab moral untuk memajukan masyarakat, di manapun keberadaannya.

Maka, setiap wisudawan wisudawati harus memiliki tiga mentalitas. Yakni perilaku positif, produktif dan kontributif.

Perilaku positif, kata Gus Yasin, sapaan akrab Taj Yasin, artinya memandang segala sesuatu dari segi positif. Produktif bermakna mampu memanfaatkan seluruh aset diri dan terus menghasilkan karya yang dapat menambah kemanfaatan bagi diri sendiri, institusi dan lingkungan.

“Terakhir, kontributif yang berarti cara pandang dan perilaku untuk memanfaatkan segala sesuatu yang dimiliki untuk membantu, mendukung, dan memberikan sumbangsih kepada orang lain, lingkungan, negara dan bangsa,” tandasnya.