BERBAGI
Jurang Jero di lereng Gunung Merapi, Magelang. (Foto: Humas Pemkab Magelang)

MAGELANG, Warta Nasional –  Famtrip pengembangan potensi wisata budaya Kabupaten Magelang selatan cukup menjanjikan bagi wisatawan, terutama ke Jurang Jero di lereng Gunung Merapi.

Wisata alam dengan pemandangan kawasan lereng teraktif di Indonesia tersebut sangat mengagumkan dan menjanjikan keindahannya untuk dikunjungi.

Kepala Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Magelang, Slamet Achmad Husen mengapresiasi kegiatan Famtrip pengembangan pariwisata Magelang selatan ini karena wilayah tersebut masuk wilayah perbatasan DIY yang sudah menjadi tujuan wisata.

“Mengangkat, mengenalkan dan mempromosikan daya tarik wisata di wilayah Kabupaten Magelang  Selatan, menjadi keharusan,” tutur Husen yang juga mengikuti Famtrip Pengembangan Wisata Budaya Magelang Selatan, Jumat kemarin 8 Januari 2021.

Dispapora berharap wisata di Magelang Selatan ini semakin berkembang dan menjadi alternatif kunjungan paket wisata. Beberapa destinasi yang disuguhkan baik alam, buatan dan budaya sangat beragam, dan menarik.

“Juga kami melihat semangat para pelaku wisata dan stakeholder sangat luar biasa, untuk berinovasi dan kolaborasi bersama-sama memajukan pariwisata di wilayah Kabupaten Magelang,” ujar Husen.

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Magelang, Grengseng Pamuji mengakui keindahan lereng Gunung Merapi di kawasan Jurang Jero sangat bagus dan menarik, karena saat cuaca cerah gunung di perbatasan Jawa Tengah dan Yogyakarta, sangat indah dan gagah.

“Kepulan asap warna putih dari puncak gunung sangat bagus untuk dilihat,” ujar politisi PDI Perjuangan tersebut.

Framtrip yang dilaksanakan selama dua hari, Kamis-Jumat (7-8 Januari 2021), diawali dari Resto Kaliputih, Gulon, Kecamatan Salam. Sebelumnya juga disajikan tarian dari Sanggar Dua Atap, terus melakukan perjalanan  menuju kawasan cagar budaya tertua di Jawa, yakni Candi Wukir.

Dalam kesempatan itu, rombongan juga melakukan penghijauan dengan menanam pohon dan melepas burung untuk kelestarian alam.

“Pelaku wisata harus bisa berinovasi, sehingga bisa menarik wisatawan untuk berkunjung, termasuk melakukan edukasi kepada masyarakat,” jelas Grengseng Pamuji.

Menurutnya, Kabupaten Magelang mempunyai kekayaan alam yang luar biasa, meski saat ini masyarakat sedang menghadapi pandemi Covid-19, peluang usaha pariwisata sangat terbuka, tentunya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Kegiatan ini positif. Kami selalu mendorong untuk mensupport kegiatan yang berkaitan pengembangan pariwisata,” ujar Grengseng Pamuji.

Kepala Bidang Ekonomi dan SDA Bappeda dan Litbangda Kabupaten Magelang, Amirudin Zuhri menambahkan, pariwisata Magelang selatan potensinya cukup besar. Kegiatan Famtrip ini menjadi bahan untuk menguraikan atau mendetailkan program Kawasan Strategis Pariwisata (KSP) di Kabupaten Magelang, sesuai dengan kondisi riil di lapangan.

“Karena membangun ekonomi melalui objek wisata, berbeda dengan pekerjaan pembangunan infrastruktur yang berupa pembangunan fisik. Dunia wisata, harus dibangun dengan mendengarkan para pelaku wisata di daerah, terutama dalam segi pemasaran,” kata Amirudin Zuhri.