BERBAGI
Presiden Joko Widodo memberikan sambutan melalui video konferensi pada Musyawarah Nasional X MUI, Rabu (25/11). (Foto: Biro Pers Setpres/Muchlis Jr)

JAKARTA, Warta Nasional – Dalam mewujudkan Islam rahmatan lil ‘alamin dalam kehidupan bangsa yang majemuk. Pemeritah mendukung ikhtiar Majelis Ulama Indonesia (MUI). Corak keislaman di Indonesia identik dengan pendekatan dakwah kultural yang persuasif dan damai, tidak menebar kebencian, serta jauh dari karakter ekstrem dan merasa benar sendiri.

“Hal ini menunjukkan bahwa semangat dakwah keislaman kita adalah merangkul bukan memukul. Karena hakikat berdakwah adalah mengajak umat ke jalan kebaikan sesuai akhlak mulia Rasulullah saw.,” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam sambutannya melalui video konferensi pada Musyawarah Nasional X MUI, Kemarin  Rabu (25/11).

Jokowi juga mensyukuri bahwa ikhtiar MUI didukung oleh semua elemen bangsa yang menyadari untuk hidup berdampingan dan bekerja sama demi kebaikan dan kemajuan bangsa. Pemerintah tidak sendirian, namun ditemani bahkan dibantu oleh berbagai ormas Islam bersama para ulama, habib, dan cendekiawan.

“Ini modal yang sangat berharga, kita sebagai sebuah bangsa yang belum tentu dimiliki oleh negara-negara lain,” imbuhnya.

Pada kesempatan tersebut, Jokowi juga menyampaikan terima kasih dan memberikan penghargaan sebesar-besarnya kepada semua jajaran pengurus MUI pusat dan daerah di seluruh Indonesia atas perannya menjadi jembatan komunikasi antara ulama dengan pemerintah. Selain itu, juga atas kontribusinya dalam mencerdaskan dan memberdayakan ekonomi umat sehingga terbangun hubungan yang harmonis dan kondusif, bukan hanya di internal umat Islam saja, tetapi juga kerukunan antar umat beragama di seluruh penjuru Tanah Air.

“Dalam perjalanannya, MUI telah menjadi tenda besar umat Islam, sebagai khadimul ummah, sebagai pelayan umat, dengan komitmen dan peran yang telah teruji dalam membimbing, membina dan mengayomi umat Islam di manapun berada,” ungkapnya.

Saat ini Presiden, pemerintah terus mengerahkan semua sumberdaya untuk mengatasi dampak pandemi COVID-19. Pemerintah berupaya menyeimbangkan penanganan kesehatan dengan penanganan ekonomi sehingga membuat masyarakat aman dari COVID-19 dan tetap produktif,  mampu bertahan hidup.

Berkaitan dengan upaya mengatasi pandemi, Presiden memberikan apresiasi yang tinggi pada langkah responsif MUI dalam mencegah penularan COVID-19 dengan menyusun sejumlah fatwa dan panduan beribadah untuk memastikan keamanan dan kemudahan umat saat beribadah. Fatwa-fatwa tersebut sangat kontekstual dan senafas dengan prinsip-prinsip kemaslahatan.

“MUI juga sangat konsisten menyuarakan pentingnya kita mematuhi protokol kesehatan dalam setiap kegiatan, termasuk dalam kegiatan beribadah dan berdakwah. Mengutamakan keselamatan jiwa di tengah ancaman pandemi Covid-19 merupakan prinsip kemaslahatan syariat Islam,” jelasnya.

Keterlibatan aktif MUI untuk mengajak umat berdisiplin menjalankan protokol kesehatan akan menjadi teladan yang baik. Dengan keteladanan para ulama, para habib, dan tokoh masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan, Jokowi yakin tugas berat pemerintah akan menjadi semakin ringan.

“Dalam kesempatan mulia ini, saya mohon MUI juga dapat membantu dan  mengawal program vaksinasi yang akan segera kita lakukan sebagai jalan keluar untuk mengatasi pandemi agar kesehatan masyarakat bisa cepat pulih dan ekonomi bisa bangkit kembali,” tandasnya. (WN)