BERBAGI
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo atau Bamsoet
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo atau Bamsoet minta polisi tangkap Joseph Paul Zhang karena provokatif dan penista agama/Ambar Adi Winarso-Dok.siberindo

WARTA NASIONAL – Provokatif dan penista agama, Bamsoet minta polisi tangkap cepat Joseph Paul Zhang.

Kasus penistaan agama dan Nabi Muhammad SAW mendapat perhatian MPR. Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) minta aparat kepolisian tindak tegas tegas Joseph Paul Zhang.

Joseph Paul Zhang mengunggah postingan di media sosial yang mengaku sebagai nabi ke-26.

Bahkan dia menantang siapa saja yang bisa meloporkan dia ke pihak kepolisian atas dugaan penistaan tersebut.

Menurut Bamsoet, tindakan Joseph menantang warga melaporkannya ke polisi termasuk tindakan provokatif yang memecah belah bangsa. Sebuah bentuk arogansi yang tidak terpuji.

“Entah apa motif bersangkutan membuat kehebohan yang tidak mendidik di media sosial,” kata Bamsoet, seperti dilansir dari Siberindo.com, Minggu 18 April 2021.

Karenanya, Bamsoet sepakat meminta aparat bergerak cepat mengamankan Joseph agar segera diproses hukum.

“Yang pasti, polisi harus menyambut tindakan arogan yang bersangkutan. Agar menjadi pelajaran bagi pihak tidak membuat tindakan serupa,” jelas Bamsoet.

Dikenai Pasal UU ITE dan Penistaan Agama

Beberapa pihak melaporkan atas dugaan tindak pidana ujaran kebencian yang dilontarkan oleh Joseph Paul Zhang.

Joseph Paul Zhang dijerak dengan Pasal 45A ayat 2 jo Pasal 28 ayat (2) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan/atau Penistaan Agama Pasal 156A KUHP.

Kecepatan aparat dalam mengamankan Joseph Paul Zhang akan lebih menenangkan kondusifitas masyarakat.

“Jangan sampai ketenangan masyarakat serta kerukunan antar umat beragama terganggu akibat ulah Joseph,” kata Bamsoet.

Bamsoet juga telah bertemu dan berkomunikasi dengan beberapa tokoh lintas agama guna memastikaan kondusifitas.

“Saya telah bertemu dengan sejumlah tokoh lintas agama. Saya sudah kontak Sekjen PGI Pendeta Gomar Gultom dan Romo Benny Susetyo,” katanya.

Bamsoet mengimbau warga tetap tenang tidak terprovokasi dan main hakim sendiri. Biarkan aparat menjalankan tugas.

Menurut Bamsoet sosok seperti Joseph tidak mencerminkan kepribadian bangsa Indonesia yang menghormati perbedaan dan saling menghargai antar umat beragama.

Dikatakan sikap saling menghormati sesama pemeluk agama adalah kunci kerukunan antar umat beragama.

Dalam pembukaaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 pasal 29 ayat 2 disebutkan ‘Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agama masing-masing dan untuk beribadat menurut agama dan kepercayaannya’.

“Karena itu sebagai warga negara sudah patut menjunjung tinggi saling toleransi antar umat beragama dan saling menghormati demi keutuhan negara,” katanya.

Dia menambahkan, sebagai mahluk sosial, persinggungan antar individu mengekspresikan dan mengaktualisasikan diri dalam kehidupan beragama sangat mungkin terjadi.

Kasus penistaan agama bukan sekali terjadi. Namun, dengan adanya rasa toleransi tinggi antar umat beragama, kasus penistaan agama bisa diredam untuk tidak menjadi pertikaian antar agama.

Bila masih ada pemikiran dan tindakan yang selalu mempermasalahkan perbedaan agama, kata Bamsoet, pemikiran dan tindakan itu sudah sangat ketinggalan jaman. Bukan saatnya lagi bangsa Indonesia mempertentangkan perbedaan.

“Indonesia yang sesungguhnya adalah Indonesia yang menjaga perbedaan dan keberagaman. Indonesia yang memelihara kekayaan-kekayaan yang Tuhan anugerahkan kepada kita semua,” katanya. ***

Editor: Ambar Adi Winarso

Sumber: siberindo.co