BERBAGI
PT Indo Tropikal Group melepas ekspor perdana permen jahe dari Karanganyar menuju Amerika Serikat, Kamis (4/03/2021)/Dok/Humas Pemprov Jateng)

KARANGANYAR, Warta Nasional – PT Indo Tropikal Group, Kamis 4 Maret 2021, melepas ekspor perdana permen jahe dari Karanganyar menuju Amerika Serikat. Hal ini bukti salah satu dari Spirit 2021 yang ditetapkan Pemkab Karanganyar yakni “Maju dan berdaya saing”, menjadi semangat pebisnis dan usahawan di Kabupaten Karanganyar untuk berekspansi ke negara lain.

“Saya minta momentum ekspor permen jahe dari Karanganyar dijadikan spirit pengusaha yang lain untuk ikut-ikutan mengekspor produk ke belahan negara di dunia ini. Pak Tony (pemilik PT Indo Tropikal Group) bisa menjadi ujung tombak nanti membuka pasar yang ada di Amerika. Kebutuhan apa saja, semua difasilitasi dan ini sesuatu yang keren,” papar Bupati Karanganyar, Juliyatmono.

Selain produk ini menjadi besar, pihaknya berharap bisa bermunculan eksportir lainnya dari Karanganyar. Juliyatmono juga berharap, perusahaan bisa menggandeng petani jahe, sehingga semua bisa sejahtera.

“Momentum (pandemi) Covid-19 ini, orang Amerika memesan permen jahe dalam jumlah banyak. Orang Amerika menyakini, jahe dapat meningkatkan imun dan bisa terhindar dari Covid-19,” ujar Bupati.

Sementara Owner PT Indo Tropikal Group, Tony Winata mengatakan, ekspor perdana permen jahe ini sebanyak dua juta permen dengan nilai Rp1,5 miliar. Rencananya, dalam tahun 2021 ini ditandatangani persetujuan pengiriman tujuh kontainer permen jahe ke Amerika.

Ia mengatakan perusahaan memang tidak serta merta mendapatkan kepercayaan publik Amerika, namun dari serangkaian percobaan akhirnya produknya bisa diterima pasar.

“Prosesnya kurang lebih sekitar dua tahun untuk mendapatkan kepercayaan orang Amerika. Hingga akhirnya diterima dan dikirim ke sana,” imbuh Tony.

Owner PT Indo Tropikal Group, mengatakan komoditas jahe yang digunakannya berasal dari petani di Karangpandan. Saat ini, pihaknya sudah menjalin kerja sama penanaman jahe dengan petani dengan luas lahan enam hektare. Ke depan, direncanakan akan menjadi 20 hektare.

“Sistemnya petani mempunyai lahan dan pekerja digaji. Untuk bibit dan standar pemupukan dari PT Indo Tropikal Group,” pungkas Tony.