BERBAGI
Pembelajaran Tatap Muka dengan menggunakan Prokes. (Foto: Humas Pemkab Batang)

BATANG, Warta Nasional – Vaksinasi yang akan dilakukan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN), termasuk kepada para pendidik sangat diharapkan sehingga Pembelajaran Tatap Muka (PTM) bisa dibuka kembali.

Hal tersebut dipandang perlu bagi para guru, karena dalam menyampaikan materi pembelajaran akan lebih maksimal ketika berhadapan langsung dengan anak didik.

“Kalau ada vaksinasi ya bagus itu, karena pertemuan kami dengan masyarakat beresiko jauh lebih tinggi dibandingkan yang berada di rumah saja. Mau divaksin kapan pun tidak masalah, saya siap, yang penting itu imunitas kita jaga sendiri,” ungkap Guru SDN Proyonanggan 9 Retno Tri Hidayati di Dracik Kampus, Kabupaten Batang beberapa hari lalu.

Menurut Retno, para guru sangat setuju apabila nantinya Pemkab Batang telah mengizinkan PTM diberlakukan kembali.

“Saya lebih senang tatap muka daripada seperti sekarang ini, kendalanya lebih banyak. Otomatis metode menerangkan kepada anak secara langsung itu lebih mudah diterima dan efektif daripada secara daring, walaupun memanfaatkan vidio pembelajaran dan sebagainya,” ungkap Retno.

Retno juga menilai tingkat kepatuhan anak akan jauh lebih tinggi dibandingkan dengan orang tuanya. Maka PTM dengan penerapan disiplin prokes lebih efektif dalam memberikan pemahaman kepada anak.

Salah satu orang tua murid, Retno menyambut baik rencana vaksinasi terhadap guru dan masyarakat umum, karena sebagai langkah pencegahan diri agar terhindar dari Covid-19.

“Semoga setelah divaksin nanti, dunia pendidikan akan semakin maju, tidak ada lagi virus Corona. Vaksinasi penting seperti imunisasi itu sih, untuk kekebalan tubuh biar kuat,” ujar Retno.

Setelah divaksin, Retno sekeluarga akan tetap menerapkan protokol kesehatan. Hal itu karena saat ini masyarakat mulai harus membiasakan diri dengan pola dan cara hidup yang baru.

“Bukan malah bebas tidak menerapkan3M, tapi setiap hari tetap disiplin protokol kesehatan,” tandas Retno.