BERBAGI
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Yulianto Prabowo, saat jumpa pers virtual, Senin (4/1/2021). (Foto: Humas Pemprov Jateng)

SEMARANG, Warta Nasional – Terkait dengan kedatangan vaksin Covid-19, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan sebanyak 878 Puskesmas di 35 kabupaten dan kota siap menjadi tempat layanan penyuntikan vaksin Covid-19, bagi tenaga kesehatan.

Selain menyediakan tempat, Pemerintah juga mempersiakan ribuan tenaga vaksinator yang siap untuk menjalankan tugasnya.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Yulianto Prabowo, saat jumpa pers secara virtual, Senin (4/1/2021).

Menurut Kepala Dinkes  Provinsi Jateng, penyiapan fasilitas dan tenaga vaksinator sudah dilakukan sejak jauh hari.

“Jadi seluruh Puskesmas itu jumlahnya 878 (unit), semuanya nanti sebagai tempat layanan vaksinasi. Lalu rumah sakit jumlahnya ada 316 (unit), sebanyak 238 di antaranya bisa melayani vaksinasi,” ujar Yuli.

Selain fasilitas pelayanan kesehatan milik negara, Dinas Kesehatan Jawa Tengah juga menggandeng klinik swasta sebagai tempat vaksinasi.

Hanya, persyaratan ketat harus dilakukan, seperti memiliki tempat penyimpan vaksin, vaksinator, dan akses internet untuk pelaporan daring.

Untuk hal tersebut, pihaknya telah menyiapkan cold chain atau rantai dingin, agar efektifitas penyimpanan vaksin terjaga. Di antaranya penyediaan cold room milik Provinsi Jateng di Semarang, Magelang, Pati, Tegal, dan Klaten.

“Di Puskesmas juga punya freezer vaccin dan vaccin carier. Semuanya sudah ada, karena bukan baru kali ini saja kami mengelola vaksin. Dulu untuk bayi dan balita, juga memerlukan rantai dingin. Yang baru adalah (jenis) vaksinnya,” imbuh Yuli.

Selain itu, pihaknya juga membentuk Komisi Daerah Kejadian Ikutan Pascaimunisasi (Komda KIPI). Tujuannya, untuk memberi layanan pascavaksinasi kepada penerima vaksin.

Kepala Dinkes Jateng menyebut, KIPI setelah diimunisasi jamak terjadi. Seperti merasa tidak enak badan atau nyeri pada bekas suntikan. Namun demikian, hal itu menurutnya merupakan respon dari tubuh dan tidak berpengaruh pada kesehatan.

“Kejadian ikutan mungkin panas, apa kemeng-kemeng (nyeri) itu biasa, akan hilang biasanya. Maka kita bentuk komite daerah (Komda KIPI) yang beranggotakan para dokter ahli penyakit dalam. Mereka akan monitor bantu selesaikan masalah,” jelas Yuli.

Kepala Dinkes Jateng menegaskan, terkait efektivitas dan kehalalan vaksin telah dijamin oleh BPOM, sebagai lembaga pengawas obat dan makanan, terkait uji klinis dan uji laboratorium. Sehingga, ia mengimbau masyarakat tidak was-was dalam penggunaan vaksin.

“Oleh Badan POM sebagai institusi kewenangan pengawas obat dan makanan, sudah dilakukan tes untuk mutu vaksin ini, masyarakat tentunya dijamin keamanan dan kemanfaatan. Tak perlu khawatir, termasuk kehalalan sudah dijamin,” ungkap Yuli.

Untuk vaksinasi awal, Kepala Dinkes Jateng memperkirakan akan dilakukan pada 14 Januari 2021. Yaitu dengan menunggu proses vaksinasi perdana yang akan dilakukan Presiden RI Joko Widodo.

Sementara, untuk vaksinator, Yulianto telah melatih 2.785 orang pada tahap pertama, yang sudah siap bertugas. Kemudian tahap kedua sebanyak 6.317 orang vaksinator tengah dipersiapkan.

Kepala Dinkes Jateng menyebut, untuk proses pendistribusian sudah direncanakan dengan matang. Pada tahap pertama, 62.560 dosis vaksin akan didistribusikan sesuai dengan kebutuhan kabupaten atau kota di Jateng.

Dosis vaksin tersebut untuk 31.255 tenaga kesehatan, berikut penunjang seperti bagian administrasi, sopir dan tenaga pemakaman, yang memiliki risiko tertular Covid-19. Mereka akan mendapat dua kali suntikan, di hari pertama dan diulang 14 hari berikutnya.

Namun, Yulianto menegaskan, bahwa tidak semua petugas kesehatan mendapatkan jatah suntik vaksin. Mereka yang telah berumur di atas 59 tahun, pernah terjangkit Covid-19, hamil dan memiliki penyakit peserta, dikecualikan.