BERBAGI
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Foto: Istimewa

SEMARANG, Warta Nasional – Rencana Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi ingin ada impor beras sebanyak 1 juta ton.

Kebijakan impor beras beriringan dengan mendekati masa panen raya petani pada April 2021.

Impor beras 1 juta ton perlu dilakukan oleh Mendag sebagai iron stock (cadangan) jika ada kelangkaan beras di pasar.

Kebijakan tersebut menuai kontroversi di masyarakat, yang banyak menghendaki membatalkan impor dan lebih memperhatikan penyerapan panen petani lokal.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo meminta pemerintah pusat tidak terburu-buru mengambil keputusan tersebut.

“Sebaiknya semua menahan diri dulu, agar petani kita bisa menikmati hasil panennya dengan baik,” kata Ganjar Pranowo, baru-baru ini.

Alih-alih bicara impor, Ganjar justru mendesak pemrintah dalam penyerapan gabah atau beras petani.

Hal itu akan membuat petani akan semakin nyaman dan sejahtera.

“Karena ongkos produksinya kemarin tidak cukup murah itu agak mahal justru maka petani hari ini butuh perlindungan,” kata Ganjar.

Ganjar juga meminta para petani untuk tidak khawatir terkait isu impor beras.

“Maka jangan sampai ada keputusan yang nanti menyinggung perasaan petani,” ujarnya.

Ganjar meyakini, pemerintah pusat tidak akan terburu-buru dalam mengambil keputusan impor beras di tengah musim panen raya.

Ganjar mengaku akan terus berkomunikasi dengan pusat soal hal ini.

“Petani jangan panik ya, insyaallah kita juga akan komunikasi dengan pempus dan saya haqqul yakin pempus tidak akan tergesa-gesa untuk melakukan ini,” kata Ganjar.

Soal rencana impor beras, Ganjar juga meminta pemerintah untuk menghitung secara tepat kebutuhan beras nasional.

Apalagi April nanti akan turun panen raya beras nasional. Maka tidak tepat membicarakan mendatangkan impor beras.

“Nanti-nanti saja lah di belakang-belakang ketika panen sudah beres semuanya, Kalau hari ini, terlalu dini,” tandasnya. ***